Hadis tentang Keinginan Menjadi Orang Sabar
Hadis
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْه إِنَّ نَاسًا مِنَ الْأَنْصَارِ سَأَلُوا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَعْطَاهُمْ، ثُمَّ سَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ حَتَّى نَفِدَ مَا عِنْدَهُ، فَقَالَ:مَا يَكُونُ عِنْدِي مِنْ خَيْرٍ فَلَنْ أَدَّخِرَهُ عَنْكُمْ، وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللَّهُ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللَّهُ، وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللَّهُ، وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ ( رواه البخاري ١٤٠٠)[1]
Terjemahan
Hadis ini, dari Abu Sa’id al-Khudri semoga Allah meridhainya bahwa:Beberapa orang dari kaum Anshar meminta kepada Rasulullah SAW, lalu beliau memberi mereka. Kemudian mereka meminta lagi, dan beliau pun memberi mereka, hingga habislah apa yang ada pada beliau. Lalu beliau bersabda:“Apa saja kebaikan yang ada padaku, aku tidak akan menyimpannya dari kalian. Barang siapa menjaga kehormatan dirinya (tidak meminta-minta), maka Allah akan menjaganya. Barang siapa merasa cukup, maka Allah akan mencukupkannya. Barang siapa berusaha bersabar, maka Allah akan menjadikannya sabar. Dan tidaklah seseorang diberi suatu pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.(H.R,Al- Bukhari No. 1400)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan tentang kemuliaan sifat sabar, menjaga kehormatan diri, dan sikap qana‘ah dalam kehidupan seorang Muslim. Rasulullah SAW memberikan bantuan kepada beberapa orang dari kaum Anshar hingga habis seluruh harta yang ada pada beliau, sebagai bentuk kemurahan hati dan kasih sayang terhadap umatnya. Setelah itu, beliau mengajarkan bahwa seseorang hendaknya tidak terus-menerus meminta kepada orang lain, melainkan berusaha menjaga kehormatan dirinya. Orang yang mampu menahan diri dari meminta-minta akan dijaga martabatnya oleh Allah, sedangkan orang yang merasa cukup dengan apa yang dimilikinya akan diberikan kecukupan hati oleh Allah. Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa kesabaran adalah anugerah terbaik dan paling luas yang dapat diberikan kepada seseorang. Hal ini menunjukkan bahwa sabar merupakan kekuatan utama dalam menghadapi kesulitan hidup, cobaan, dan keterbatasan dunia. Hadis ini mengajarkan umat Islam agar memiliki sifat tawakal, menjaga harga diri, tidak bergantung kepada manusia, serta terus melatih kesabaran karena kesabaran akan mendatangkan pertolongan dan kemuliaan dari Allah.
Referensi
- Muslim ibn al-Hajjaj al-Qushayri al-Naysaburi, Sahih Muslim, ed. Muhammad Fu'ad 'Abd al-Baqi (Beirut: Dar Ihya' al-Turath al-'Arabi, t.t.), Kitab al-Hajj, no. 1377.

Komentar 0