40 HADIS SEDEKAH

KTI

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Selamat datang di Aplikasi 40 Hadis Digital tentang Sedekah. Temukan untaian sabda Rasulullah SAW tentang keutamaan berbagi, dan mari bersama-sama menjemput keberkahan di setiap hela nafas kita. Selamat menjelajah dan mengamalkan!"

Foto Daffa Pratama

Tentang Penulis

Daffa Pratama

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS SEDEKAH

Penyusun: Daffa Pratama

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Sedekah Tidak Mengurangi Harta

Disusun oleh: Daffa Pratama (@daffapratama_) · Bagian dari 40 HADIS SEDEKAH

Hadis

 عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا   وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ ».(رواه مسلم:٦٧٥٧)[1]

Terjemahan

Hadis dari Abu Hurairah RA, dari Rasulullah SAW, bersabda:”Sedekah tidak akan mengurangi harta. Allah tidak akan menambah kepada seorang hamba yang pemaaf kecuali kemuliaan. Dan tidaklah seseorang bersikap rendah hati karena Allah, kecuali Allah akan mengangkat derajatnya (HR Muslim:6757)

Isi Kandungan Hadis

Hadis Ini menjelaskan bahwa nilai-nilai kebaikan dalam Islam sering kali tampak berlawanan dengan logika dunia, tetapi justru membawa keberkahan yang besar. Sedekah, misalnya, secara lahir terlihat mengurangi harta, namun pada hakikatnya tidak akan membuat seseorang miskin, karena Allah menggantinya dengan keberkahan, ketenangan, dan rezeki dari arah yang tidak disangka. Demikian pula dengan sikap memaafkan; meskipun sebagian orang menganggapnya sebagai tanda kelemahan, justru AllahSWT  akan menambah kemuliaan bagi orang yang pemaaf, baik di hadapan manusia maupun di sisi-Nya. Selain itu, sikap rendah hati (tawadhu) yang dilakukan karena Allah bukanlah merendahkan diri, melainkan bentuk kesadaran akan keterbatasan diri dan pengakuan atas kebesaran-Nya.

Referensi

  1. Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi, Al-Musnad al-Shahih al-Mukhtasar Min as-Sunan bi Naql al-'Adl 'an al-'Adl Ila Rasulillah Sallallahu 'Alaihi Wa Sallam, (Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1991). Juz 8. h. 21.

Komentar 0