Hadis tentang Sedekah Tidak Lagi Menemukan Penerimanya
Hadis
عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَطُوفُ الرَّجُلُ فِيهِ بِالصَّدَقَةِ مِنَ الذَّهَبِ، ثُمَّ لَا يَجِدُ أَحَدًا يَأْخُذُهَا مِنْهُ، وَيُرَى الرَّجُلُ الْوَاحِدُ يَتْبَعُهُ أَرْبَعُونَ امْرَأَةً يَلْذُنَ بِهِ مِنْ قِلَّةِ الرِّجَالِ وَكَثْرَةِ النِّسَاءِ(رواه البخا:١٣٤٨)[1]
Terjemahan
Hadis dari Abu Musa RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda: 'Sungguh akan datang suatu zaman kepada manusia di mana seseorang berkeliling membawa sedekah emasnya, namun ia tidak menemukan seorang pun yang mau menerimanya. Dan terlihat seorang laki-laki diikuti oleh empat puluh wanita yang meminta perlindungan kepadanya, dikarenakan sedikitnya jumlah laki-laki dan banyaknya jumlah wanita."(HR al-Bukhari :1348)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini mengandung makna yang sangat mendalam mengenai puncak kemakmuran ekonomi serta ketidakseimbangan demografi yang menjadi tanda-tanda akhir zaman. Pada bagian pertama, fenomena seseorang yang berkeliling membawa emas namun tidak menemukan penerima sedekah menunjukkan dua kemungkinan: pertama, melimpahnya harta benda sehingga semua orang merasa cukup (kaya secara materi); kedua, hilangnya sifat tamak atau justru munculnya kesadaran bahwa harta sudah tidak lagi berguna karena kiamat sudah sangat dekat. Hal ini mengajarkan kita bahwa kekayaan materi memiliki masa kedaluwarsa, di mana pada suatu titik, emas yang paling berharga sekalipun tidak akan mampu membeli pahala sedekah karena tidak ada lagi tangan di bawah yang bersedia menerimanya.
Referensi
1.Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Al-Jami’ al-Musnad as-Shahih al-Mukhtasar Min Umur Rasulillah Sallallahu ’Alaihi Wa Sallam Wa Sunanih Wa Ayyamih, (Dar al- Kutub al-Ilmiah, 1981)h. 1348.

Komentar 0