Hadis tentang Sinergi Sedekah
Hadis
عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ أَخْبَرَهُ أَنَّ أَبَا سُفْيَانَ أَخْبَرَهُ أَنَّ هِرَقْلَ أَرْسَلَ إِلَيْهِ فَقَالَ يَعْنِي النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُنَا بِالصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ وَالْعَفَافِ وَالصِّلَةِ(رواه البخاري ٥٥٢٢:)[1]
Terjemahan
Hadis dari Ibnu Syihab dari 'Ubaidullah bin Abdullah bahwa Abdullah bin Abbas telah mengabarkan kepadanya, bahwa Abu Sufyan telah mengabarkan kepadanya bahwa Heraklius pernah mengutusnya kepada Nabi, lalu beliau yaitu Nabi SAW bersabda: "Kami di perintahkan (oleh Allah) untuk menegakkan shalat, bersedekah, mema'afkan dan menjaling hubungan persaudaraan."(HR al-Bukhari: 5522)
Isi Kandungan Hadis
Kandungan utama dari teks tersebut mencakup empat pilar fundamental yang mengintegrasikan kesalehan ritual, moralitas personal, dan keadilan sosial. Pilar pertama digambarkan melalui perintah mendirikan salat sebagai poros utama hubungan spiritual hamba dengan Pencipta (hablum minallah). Selanjutnya, dimensi ekonomi-sosial diwujudkan melalui perintah bersedekah sebagai instrumen distribusi kesejahteraan dan empati kepada sesama manusia yang membutuhkan. Selain penataan eksternal, hadis ini juga menekankan aspek internal-moral melalui konsep al-'afaf, yaitu komitmen normatif untuk menjaga kesucian diri, kehormatan, dan integritas etis dari perilaku yang tidak terpuji.
Referensi
1.Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Al-Jami’ al-Musnad as-Shahih al-Mukhtasar Min Umur Rasulillah Sallallahu ’Alaihi Wa Sallam Wa Sunanih Wa Ayyamih, (Dar al- Kutub al-Ilmiah, 1981). Juz 2. h. 5522.

Komentar 0