Hadis tentang Pahala Sedekah bagi Orang yang amanah
Hadis
عَنْ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْكَانَ فِي بَرِيرَةَ ثَلَاثُ سُنَنٍ عَتَقَتْ فَخُيِّرَتْ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْوَلَاءُ لِمَنْ أَعْتَقَ وَدَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَبُرْمَةٌ عَلَى النَّارِ فَقُرِّبَ إِلَيْهِ خُبْزٌ وَأُدْمٌ مِنْ أُدْمِ الْبَيْتِ فَقَالَ أَلَمْ أَرَ الْبُرْمَةَ فَقِيلَ لَحْمٌ تُصُدِّقَ بِهِ عَلَى بَرِيرَةَ وَأَنْتَ لَا تَأْكُلُ الصَّدَقَةَ قَالَ هُوَ عَلَيْهَا صَدَقَةٌ وَلَنَا هَدِيَّةٌ (رواه البخاري:٤٧٠٧ )[1]
Terjemahan
Hadis dari Aisyah RA. ia berkata: Pada Barirah terdapat tiga sunnah. Ia dimerdekakan, lalu diberi pilihan. Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya hak waris kepemilikan budak (wala') itu adalah bagi yang memerdekakan." Kemudian suatu ketika, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam masuk sementara periuk berada di atas api, lalu beliau pun disuguhkan roti beserta lauk. Maka beliau bersabda: "Bukankah tadi aku melihat periuk?" dikatakanlah pada beliau, "Periuk itu berisikan daging yang disedekahkan kepada Barirah, sementara Anda tidak makan sedekah." Beliau bersabda: "Baginya sedekah, tetapi bagi kita adalah hadiah." (HR al-Bukhari:4707)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan tiga ketentuan yang berkaitan dengan Barirah. Pertama, setelah Barirah dimerdekakan, ia diberi hak untuk memilih apakah tetap melanjutkan pernikahannya atau berpisah dengan suaminya. Kedua, Rasulullah SAW menegaskan bahwa hak wala' hanya dimiliki oleh orang yang memerdekakan budak. Ketiga, hadis ini menerangkan bahwa daging yang diterima Barirah sebagai sedekah boleh dimakan oleh Rasulullah SAW karena ketika diberikan kepada beliau, statusnya berubah menjadi hadiah. Dari hadis ini dapat dipahami bahwa Islam mengajarkan keadilan, menghormati hak seseorang, serta membedakan hukum antara sedekah dan hadiah.
Referensi
1. Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Al-Jami’ al-Musnad as-Shahih al-Mukhtasar Min Umur Rasulillah Sallallahu ’Alaihi Wa Sallam Wa Sunanih Wa Ayyamih, (Dar al- Kutub al-Ilmiah, 1981)h. 4707.

Komentar 0