Hadis tentang Mengambil Manfaat dengan Ilmu dan Mengamalkannya
Hadis
عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ «مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ لِيُمَارِىَ بِهِ السُّفَهَاءَ أَوْ لِيُبَاهِىَ بِهِ الْعُلَمَاءَ أَوْ لِيَصْرِفَ وُجُوهَ النَّاسِ إِلَيْهِ فَهُوَ فِى النَّارِ». (رواه ابن ماجه: ٢٦٢)[١]
Terjemahan
Hadis dari Ibnu 'Umar, dari Nabi SAW beliau bersabda: siapa yang menuntut ilmu untuk mendebat orang-orang yang bodoh, atau untuk menyombongkan diri di hadapan para ulama, atau agar pandangan manusia tertuju kepada dirinya, maka dia berada di dalam neraka. (HR Ibnu Majah: 262)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa menuntut ilmu harus dilandasi niat yang benar, bukan untuk berdebat dengan orang bodoh, berbangga diri di hadapan ulama, atau mencari perhatian manusia. Ilmu seharusnya menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada AllahbSWT dan memberi manfaat, bukan untuk kepentingan duniawi atau kesombongan. Oleh karena itu, ancaman dalam hadis ini mengingatkan pentingnya menjaga keikhlasan agar ilmu membawa kebaikan, bukan justru menjadi sebab keburukan.
Referensi
- Al-Imam Abu ‘Abdillah Muhammad bin Yazid bin Majah al-Qazwini, Sunan Ibnu Majah, (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1971), Jilid 1, h. 308.

Komentar 0