Hadis tentang Niat dan Etika dalam Menuntut Ilmu
Hadis
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: لاَ تَعَلَّمُوا الْعِلْمَ لِتُبَاهُوا بِهِ الْعُلَمَاءَ وَلاَ لِتُمَارُوا بِهِ السُّفَهَاءَ وَلاَ تَخَيَّرُوا بِهِ الْمَجَالِسَ فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَالنَّارُ النَّارُ. (رواه ابن ماجه: ٢٦٣)[١]
Terjemahan
Hadis dari Jabir bin 'Abdullah, bahwasannya Nabi SAW bersabda: janganlah kalian menuntut ilmu untuk saling menyombongkan diri di hadapan para ulama, dan jangan pula (menuntut ilmu) untuk mendebat orang-orang yang bodoh, dan jangan pula kalian memilih-milih majelis (pertemuan resmi) demi mencari perhatian/kehormatan dengannya. Maka siapa yang melakukan hal tersebut nerakalah, nerakalah (tempatnya)!. (HR Ibnu Majah: 263)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa menuntut ilmu harus dilandasi dengan niat yang ikhlas, bukan untuk berbangga diri, berdebat tanpa tujuan yang benar, atau mencari kehormatan di hadapan manusia. Ilmu seharusnya menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memberi manfaat, bukan untuk kepentingan duniawi atau kesombongan. Oleh karena itu, peringatan tentang ancaman neraka dalam hadis ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga niat dalam menuntut ilmu agar tetap berada di jalan yang benar dan diberkahi.
Referensi
- Al-Imam Abu ‘Abdillah Muhammad bin Yazid bin Majah al-Qazwini, Sunan Ibnu Majah, (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1971), Jilid 1, h. 309.

Komentar 0