Hadis tentang Ancaman Ilmu yang Tidak Bermanfaat
Hadis
عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ قَالَ لاَ أَقُولُ لَكُمْ إِلاَّ كَمَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ كَانَ يَقُولُ «اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَالْهَرَمِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِى تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلاَهَا اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا». (رواه مسلم: ٧٠٨١)[١]
Terjemahan
Hadis dari Zaid bin Arqam ia berkata: aku tidak mengatakan kepada kalian melainkan apa yang dahulu sering diucapkan oleh Rasulullah SAW. Ia dahulu biasa berdoa: ya Allah SWT, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, sifat penakut, sifat kikir, kepikunan (tua renta), dan azab kubur. Ya Allah SWT, berikanlah ketakwaan kepada jiwaku, dan bersihkanlah ia, karena engkau adalah sebaik-baik zat yang membersihkannya, engkaulah yang membimbing serta menolongnya. Ya Allah SWT, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak pernah merasa puas, dan dari doa yang tidak dikabulkan. (HR Muslim: 7081)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menunjukkan pentingnya seorang muslim memohon perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai sifat buruk seperti kelemahan, kemalasan, sifat penakut, sifat kikir, kepikunan (tua renta), dan azab kubur karena semua itu dapat menghambat kebaikan dalam hidup. Selain itu, terdapat permohonan agar Allah SWT memberikan ketakwaan dan mensucikan jiwa, yang menegaskan bahwa kebersihan hati dan keimanan merupakan kunci utama dalam mendekatkan diri kepada-Nya. Doa ini juga mengajarkan untuk berlindung dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, jiwa yang tidak pernah merasa cukup, serta doa yang tidak dikabulkan, sehingga mendorong setiap muslim untuk selalu memperbaiki diri, menjaga kualitas ibadah, dan bergantung sepenuhnya kepada Allah SWT dalam segala keadaan.
Referensi
- Al-Imam Abu al-Husain bin al-Hajjaj al-Qusyairi an- Naisaburi, al-Jami’ al-Musnad as-Sahih al-Mukhtasar min as-Sunani bi Naql al-‘Adl ‘an al-‘Adl’an Rasulillah, (Dar al-Fikr, 2006), Jilid 8, h. 81.

Komentar 0