Hadis tentang Kedudukan Ilmu Setara dengan Umur dan Harta
Hadis
عَنْ أَبِى بَرْزَةَ الأَسْلَمِىِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم «لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ». (رواه الترمذي: ٢٦٠٢)[١]
Terjemahan
Hadis dari Abu Barzah Al-Aslami, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat kelak hingga ia ditanya tentang empat perkara: tentang umurnya, untuk apa ia habiskan. Tentang ilmunya, apa yang telah ia amalkan dengannya. Tentang hartanya, dari mana ia peroleh dan ke mana ia infakkan. Tentang fisiknya/tubuhnya, untuk apa ia gunakan hingga rusak/tua. (HR al-Bukhari: 2602)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban di hari kiamat atas seluruh aspek kehidupannya, yaitu umur, ilmu, harta, dan tubuhnya. Umur akan ditanya bagaimana ia digunakan, ilmu ditanya apakah diamalkan, harta ditanya dari mana diperoleh dan ke mana dibelanjakan, serta tubuh ditanya untuk apa digunakan. Hal ini menunjukkan bahwa semua nikmat dari Allah SWT adalah amanah yang harus dimanfaatkan dengan baik dan benar, sehingga mendorong setiap muslim untuk menjalani hidup dengan penuh tanggung jawab, memanfaatkan waktu, ilmu, dan rezeki dalam kebaikan, serta menjauhi hal-hal yang dapat merugikan di akhirat.
Referensi
- Al-Imam Abu ‘Isa Muhammad bin ‘Isa at-Tirmidzi, Sunan al-Jāmi’, (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1971), Jilid 9, h. 258.

Komentar 0