40 HADIS ILMU

KTI

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Selamat datang silahkan telusuri aplikasi ini, semoga bermanfaat dan menambah ilmu.

Foto Serni

Tentang Penulis

Serni

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS ILMU

Penyusun: Serni

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Ilmu sebagai Pelindung Manusia dari Kelalaian Dunia

Disusun oleh: Serni (@serni25) · Bagian dari 40 HADIS ILMU

Hadis

 حَدَّثَنِى أَبُو كَبْشَةَ الأَنْمَارِىُّ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ «ثَلاَثَةٌ أُقْسِمُ عَلَيْهِنَّ وَأُحَدِّثُكُمْ حَدِيثًا فَاحْفَظُوهُ». قَالَ «مَا نَقَصَ مَالُ عَبْدٍ مِنْ صَدَقَةٍ وَلاَ ظُلِمَ عَبْدٌ مَظْلِمَةً فَصَبَرَ عَلَيْهَا إِلاَّ زَادَهُ اللَّهُ عِزًّا وَلاَ فَتَحَ عَبْدٌ بَابَ مَسْأَلَةٍ إِلاَّ فَتَحَ اللَّهُ عَلَيْهِ بَابَ فَقْرٍ أَوْ كَلِمَةً نَحْوَهَا وَأُحَدِّثُكُمْ حَدِيثًا فَاحْفَظُوهُ قَالَ «إِنَّمَا الدُّنْيَا لأَرْبَعَةِ نَفَرٍ عَبْدٍ رَزَقَهُ اللَّهُ مَالاً وَعِلْمًا فَهُوَ يَتَّقِى فِيهِ رَبَّهُ وَيَصِلُ فِيهِ رَحِمَهُ وَيَعْلَمُ لِلَّهِ فِيهِ حَقًّا فَهَذَا بِأَفْضَلِ الْمَنَازِلِ وَعَبْدٍ رَزَقَهُ اللَّهُ عِلْمًا وَلَمْ يَرْزُقْهُ مَالاً فَهُوَ صَادِقُ النِّيَّةِ يَقُولُ لَوْ أَنَّ لِى مَالاً لَعَمِلْتُ بِعَمَلِ فُلاَنٍ فَهُوَ بِنِيَّتِهِ فَأَجْرُهُمَا سَوَاءٌ وَعَبْدٍ رَزَقَهُ اللَّهُ مَالاً وَلَمْ يَرْزُقْهُ عِلْمًا فَهُوَ يَخْبِطُ فِى مَالِهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ لاَ يَتَّقِى فِيهِ رَبَّهُ وَلاَ يَصِلُ فِيهِ رَحِمَهُ وَلاَ يَعْلَمُ لِلَّهِ فِيهِ حَقًّا فَهَذَا بِأَخْبَثِ الْمَنَازِلِ وَعَبْدٍ لَمْ يَرْزُقْهُ اللَّهُ مَالاً وَلاَ عِلْمًا فَهُوَ يَقُولُ لَوْ أَنَّ لِى مَالاً لَعَمِلْتُ فِيهِ بِعَمَلِ فُلاَنٍ فَهُوَ بِنِيَّتِهِ فَوِزْرُهُمَا سَوَاءٌ». (رواه الترمذي: ٢٤٩٥)[١]

Terjemahan

Abu Kabsyah al-Anmari telah menceritakan kepadaku, bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda: ada tiga perkara yang aku bersumpah atasnya, dan aku akan menyampaikan satu perkataan kepada kalian, maka hafalkanlah! beliau bersabda: harta seorang hamba tidak akan berkurang karena sedekah. Tidaklah seorang hamba dizalimi dengan suatu kezaliman lalu ia bersabar, melainkan Allah SWT akan menambah kemuliaan baginya. Tidaklah seorang hamba membuka pintu kemiskinan. Aku akan menyampaikan satu perkataan kepada kalian, maka hafalkanlah! beliau bersabda: sesungguhnya dunia ini hanya milik empat golongan manusia yaitu: 1) Seorang hamba yang dianugerahi harta dan ilmu oleh Allah SWT, lalu ia bertakwa kepada tuhannya dengan harta itu, menyambung tali silaturahmi, dan mengetahui bahwa ada hak Allah SWT pada hartanya tersebut. Maka orang ini berada di kedudukan yang paling utama. 2) Seorang hamba yang dianugerahi ilmu oleh Allah SWT namun tidak dianugerahi harta, lalu ia memiliki niat yang jujur/tulus seraya berkata: seandainya aku memiliki harta, niscaya aku akan beramal seperti amalan si fulan (golongan pertama). Maka ia dinilai berdasarkan niatnya, dan pahala keduanya adalah sama. 3) Seorang hamba yang dianugerahi harta oleh Allah SWT namun tidak dianugerahi ilmu, lalu ia membelanjakan hartanya secara membabi buta tanpa dasar ilmu, tidak bertakwa kepada tuhannya, tidak menyambung silaturahmi, dan tidak mengetahui hak Allah SWT pada hartanya. Maka orang ini berada di kedudukan yang paling buruk. 4) Seorang hamba yang tidak dianugerahi harta maupun ilmu oleh Allah SWT, lalu ia berkata: seandainya aku memiliki harta, niscaya aku akan beramal (bermaksiat) seperti amalan si fulan (golongan ketiga). Maka ia dinilai berdasarkan niatnya, dan dosa keduanya adalah sama. (HR al-Tirmidzi:  2495)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan sedekah tidak akan mengurangi harta, kesabaran atas kezaliman akan menambah kemuliaan, dan kebiasaan meminta-minta tanpa kebutuhan akan membawa kepada kemiskinan. Selain itu, manusia dibagi menjadi empat golongan berdasarkan harta dan ilmu: yang paling utama adalah orang yang memiliki harta dan ilmu lalu menggunakannya untuk bertakwa, berbuat baik, dan memenuhi hak Allah SWT kemudian orang yang memiliki ilmu tanpa harta tetapi berniat melakukan kebaikan tetap mendapat pahala seperti orang yang beramal sedangkan yang paling buruk adalah orang yang memiliki harta tanpa ilmu lalu menggunakannya untuk keburukan dan orang yang tidak memiliki keduanya namun berniat melakukan keburukan juga mendapat dosa sesuai niatnya. Hal ini menunjukkan pentingnya ilmu dan niat dalam menentukan nilai seseorang di sisi Allah SWT.

Referensi

  1. Al-Imam Abu ‘Isa Muhammad bin ‘Isa at-Tirmidzi, Sunan al-Jāmi’, (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1971), Jilid 9, h. 2495. 

Komentar 0