Hadis tentang Tawadhu atau Rendah Hati
Hadis
عَنْ عِيَاضٍ بْنِ حِمَارٍ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ : إِنَّ اللَّهَ أَوْحَى إِلَيَّ أَنْ تَوَا ضَعُوا حَتَّى لَا يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ وَ لَا يَبْغِيَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ.(رواه مسلم: ٢٦٨٥)
Terjemahan
Hadis dari 'Iyadh bin Himar berkata, Rasulullah SAW bersabda: "sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian rendah hati, hingga tidak ada seorang pun yang bangga atas yang lain dan tidak ada yang berbuat aniaya atas yang lain." (HR Muslim: 2685)
Isi Kandungan Hadis
Isi kandungan hadis tersebut adalah larangan sombong, saling membanggakan diri, dan saling menzalimi. Hadis ini menegaskan bahwa Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk hidup tawaduk, tidak merasa lebih tinggi dari orang lain, dan tidak menggunakan kekuatan, ilmu, harta, atau kedudukan untuk merendahkan serta mengambil hak orang lain.
Secara makna, hadis ini juga menunjukkan bahwa akhlak seorang Muslim harus dibangun di atas kerendahan hati dan keadilan. Sombong adalah sifat tercela karena mendorong seseorang melihat dirinya hebat, lalu menganggap orang lain rendah. Adapun bagi berarti melampaui batas atau berbuat zalim kepada sesama, baik dalam ucapan, sikap, maupun tindakan.
Jadi, pesan utama hadis ini ialah agar setiap Muslim menjaga hati dari kesombongan, menjaga lisan dan perilaku dari merendahkan orang lain, serta menegakkan sikap tawaduk dan adil dalam kehidupan sehari-hari.

Komentar 0