Hadis tentang Akhlak terhadap Anak Kecil
Hadis
عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ، قَالَ أُتِيَ بِالْمُنْذِرِ بْنِ أَبِي أُسَيْدٍ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ حِينَ وُلِدَ فَوَضَعَهُ النَّبِيُّ عَلَى فَخِذِهِ وَأَبُو أُسَيْدٍ جَالِسٌ فَلَهِيَ النَّبِيُّ بِشَىْءٍ بَيْنَ يَدَيْهِ فَأَمَرَ أَبُو أُسَيْدٍ بِابْنِهِ فَاحْتُمِلَ مِنْ عَلَى فَخِذِ رَسُولِ اللَّهِ فَأَقْلَبُوهُ فَاسْتَفَاقَ رَسُولُ اللَّهِ فَقَالَ أَيْنَ الصَّبِيُّ. فَقَالَ أَبُو أُسَيْدٍ أَقْلَبْنَاهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ. فَقَالَ مَا اسْمُهُ. قَالَ فُلاَنٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ لاَ وَلَكِنِ اسْمُهُ الْمُنْذِرُ. فَسَمَّاهُ يَوْمَئِذٍ الْمُنْذِرَ. (رواه مسلم: ٢١٤٩)
Terjemahan
Hadis dari Sahl bin Sa'd, yang berkata: 'Al-Mundzir bin Abi Usaid dibawa menemui Rasulullah SAW ketika Al-Mundzir baru saja dilahirkan. Nabi SAW lalu meletakkan bayi tersebut di atas paha Nabi SAW, sementara Abu Usaid (ayah si bayi) duduk di dekat Nabi SAW. Kemudian Nabi SAW tersibukkan oleh sesuatu yang ada di hadapan Nabi SAW, sehingga Abu Usaid menyuruh agar anaknya diambil, lalu anak itu diangkat dari atas paha Rasulullah SAW dan mereka membawanya pulang. Ketika Rasulullah SAW kembali tersadar (dari kesibukannya), Rasulullah SAW bertanya: "di mana bayi tadi?" Abu Usaid menjawab: "kami telah membawanya pulang, wahai Rasulullah." Rasulullah SAW bertanya: "siapa namanya?" Abu Usaid menjawab: "Fulan (menyebutkan nama sebelum diganti), wahai Rasulullah." Nabi SAW bersabda: "tidak, melainkan namanya adalah Al-Mundzir." Maka sejak hari itu Nabi SAW menamainya Al-Mundzir. " (HR.Muslim: 2149)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan tentang keindahan interaksi sosial dan kepedulian mendalam Rasulullah SAW terhadap setiap anggota masyarakat, termasuk bayi yang baru dilahirkan. Melalui peristiwa dipangkunya Al-Mundzir, hadis ini membuktikan bahwa Rasulullah SAW selalu meluangkan waktu untuk menyambut kehadiran generasi baru umat Islam meskipun di tengah kesibukan yang padat. Selain itu, hadis ini memberikan ketetapan hukum moral dan adab bagi orang tua agar memilihkan nama yang baik dan mengandung nilai perjuangan bagi anak, serta diperbolehkannya seorang pemimpin atau ulama untuk mengubah nama seseorang demi kemaslahatan. Dari sisi sosial, sikap ayah sang bayi yang langsung membawa pulang anaknya karena tidak ingin mengganggu konsentrasi Nabi SAW juga memberikan pelajaran tentang pentingnya tenggang rasa dan menjaga kenyamanan orang lain dalam pergaulan sehari-hari.

Komentar 0