40 HADIS AKHLAK

KTI

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat datang di aplikasi 40 hadis akhlak, silakan telusuri aplikasi ini untuk menemukan beragam ilmu yang bermanfaat.

Tentang Penulis

tantriaarny

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS AKHLAK

Penyusun: tantriaarny

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Sifat Qanaah dan Tawadu termasuk Akhlak Terpuji

Disusun oleh: tantriaarny (@tantriaarny) · Bagian dari 40 HADIS AKHLAK

Hadis

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ قَالَ ‏"‏ مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ رَجُلاً بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى وَفِي الْبَابِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ وَابْنِ عَبَّاسٍ وَأَبِي كَبْشَةَ الأَنْمَارِيِّ وَاسْمُهُ عُمَرُ بْنُ سَعْدٍ ‏.‏ وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ. ‏(رواه الترمذي ٢٠٢٩)

Terjemahan

Hadis dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda: sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Dan Allah tidak akan menambah kepada seorang hamba yang memiliki sifat pemaaf, melainkan kemuliaan. Serta tidaklah seorang hamba bersikap rendah hati (tawaduk) karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajat orang tersebut. Abu Isa (Imam At-Tirmidzi) berkata: dan di dalam bab ini ada juga riwayat dari Abdurrahman bin Auf, Ibnu Abbas, dan Abu Kabsyah Al-Anmari, dan nama Abu Kabsyah adalah Umar bin Saad.' Dan hadis ini adalah hadis hasan sahih." (HR.Tirmidzi: 2029)

Isi Kandungan Hadis

 hadis ini menjelaskan tentang tiga paradigma spiritual yang membalikkan logika manusia mengenai harta dan kedudukan sosial melalui pembentukan akhlak mulia. Pertama, hadis ini memberikan kepastian hukum bahwa sedekah tidak akan pernah mengurangi nilai keberkahan harta, melainkan justru membersihkan serta membuka pintu rezeki yang lebih luas dari arah yang tidak terduga. Kedua, hadis ini mematahkan anggapan keliru masyarakat dengan menegaskan bahwa sifat pemaaf (al-afwu) bukanlah bentuk kelemahan, melainkan jalan pintas yang dianugerahkan Allah untuk mengangkat wibawa dan kemuliaan seorang hamba di mata makhluk. Ketiga, hadis ini menetapkan hukum moral akhirat bahwa sikap rendah hati (tawaduk) yang didasari ketulusan karena Allah akan dibalas dengan ditinggikannya derajat orang tersebut baik di dunia maupun di akhirat. Secara menyeluruh, teks suci ini mendidik umat Islam untuk mengikis penyakit hati berupa sifat kikir, dendam, dan kesombongan, serta menggantinya dengan keluhuran budi pekerti demi meraih rida Allah dan keharmonisan sosial.

Komentar 0