Hadis tentang Berbuat ihsan kepada Hewan
Hadis
عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ قَالَ ثِنْتَانِ حَفِظْتُهُمَا عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ فَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ و حَدَّثَنَاه يَحْيَى بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ ح و حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ الثَّقَفِيُّ ح و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ نَافِعٍ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ ح و حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الدَّارِمِيُّ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ عَنْ سُفْيَانَ ح و حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا جَرِيرٌ عَنْ مَنْصُورٍ كُلُّ هَؤُلَاءِ عَنْ خَالِدٍ الْحَذَّاءِ بِإِسْنَادِ حَدِيثِ ابْنِ عُلَيَّةَ وَمَعْنَى حَدِيثِهِ. (رواه مسلم ٣٦١٥)
Terjemahan
Hadis dari Syaddad bin Aus dia berkata: "Dua perkara yang selalu saya ingat dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah telah mewajibkan supaya selalu bersikap baik terhadap setiap sesuatu, jika kamu membunuh maka bunuhlah dengan cara yang baik, jika kamu menyembelih maka sembelihlah dengan cara yang baik, tajamkan pisaumu dan senangkanlah hewan sembelihanmu." Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya telah menceritakan kepada kami Husyaim. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] telah mengabarkan kepada kami Abdul Wahhab At Tsaqafi. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Nafi' telah menceritakan kepada kami [Ghundar] telah menceritakan kepada kami Syu'bah. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Abdurrahman Ad Darimi telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Yusuf] dari [Sufyan]. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] telah mengabarkan kepada kami [Jarir] dari [Manshur] mereka semua dari Khalid Al Khaddza` dengan sanad dan makna yang sama dengan hadits Ibnu 'Ulayyah." (HR. Muslim, No. 3615)
Isi Kandungan
adis ini merupakan salah satu landasan utama dalam Islam mengenai kewajiban berbuat ihsan (berbuat baik) kepada hewan, termasuk hewan ternak. Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa Allah telah mewajibkan sikap ihsan dalam segala urusan kehidupan, tidak terkecuali ketika memperlakukan hewan. Oleh karena itu, hewan ternak seperti sapi, kambing, domba, dan unta harus dipelihara dengan penuh kasih sayang, dipenuhi kebutuhan makan dan minumnya, serta tidak disiksa atau diperlakukan secara zalim. Prinsip ihsan mengajarkan bahwa manusia sebagai khalifah di bumi wajib menjaga kesejahteraan hewan yang berada di bawah tanggung jawabnya.
Hadis ini juga memberikan tuntunan khusus dalam penyembelihan hewan ternak. Rasulullah ﷺ memerintahkan agar penyembelihan dilakukan dengan cara yang baik, yaitu menggunakan pisau yang tajam sehingga proses penyembelihan berlangsung cepat dan meminimalkan rasa sakit yang dirasakan oleh hewan. Perintah untuk menajamkan pisau sebelum menyembelih menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan kesejahteraan hewan hingga pada saat terakhir kehidupannya. Demikian pula sabda beliau, "senangkanlah hewan sembelihanmu," mengandung makna agar hewan tidak diperlakukan dengan kasar, tidak ditakut-takuti, tidak diseret, tidak disembelih di hadapan hewan lain, serta tidak dibiarkan menunggu penyembelihan dalam keadaan tersiksa.
Selain itu, hadis ini menegaskan bahwa tujuan syariat dalam penyembelihan bukan hanya menjadikan daging hewan halal untuk dikonsumsi, tetapi juga menjaga nilai-nilai kasih sayang terhadap makhluk Allah. Hewan ternak memang diciptakan untuk dimanfaatkan oleh manusia, namun pemanfaatan tersebut harus dilakukan secara bertanggung jawab, penuh adab, dan sesuai dengan tuntunan syariat. Seorang muslim tidak dibenarkan menyakiti hewan tanpa alasan yang dibenarkan, terlebih menjadikannya sasaran kekerasan atau permainan.
Dengan demikian, hadis ini mengajarkan bahwa keberhasilan seorang muslim dalam memanfaatkan hewan ternak tidak hanya diukur dari hasil yang diperoleh, tetapi juga dari cara memperlakukannya. Memelihara hewan dengan baik, tidak menyiksanya selama masa pemeliharaan, serta menyembelihnya dengan penuh ihsan merupakan bentuk ketakwaan kepada Allah dan wujud akhlak mulia yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ. Hadis ini sekaligus menjadi pedoman etika bagi setiap peternak dan penyembelih agar senantiasa menjunjung tinggi prinsip kasih sayang terhadap seluruh hewan ternak yang menjadi amanah dari Allah Swt.

Komentar 0