Hadis tentang Do’a Untuk Simayid
Hadis
عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ سَمِعَهُ يَقُولُ سَمِعْتُ عَوْفَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَلَى جَنَازَةٍ فَحَفِظْتُ مِنْ دُعَائِهِ وَهُوَ يَقُولُ « اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ ». قَالَ حَتَّى تَمَنَّيْتُ أَنْ أَكُونَ أَنَا ذَلِكَ الْمَيِّتَ. (رَوَاهُ مُسْلِمٌ: ٢٢٧٦)
Terjemahan
Hadis dari Habib bin Ubaid dari Jubair bin Nufair bahwa ia mendengarnya berkata bahwa ia mendengar Auf bin Malik berkata bahwa suatu ketika Rasulullah SAW menshalatkan jenazah dan ia menghafal doa yang beliau ucapkan: “Allahummaghfir lahu warhamhu wa ‘aafihi wa‘fu ‘anhu wa akrim nuzulahu wa wassi‘ mudkhalahu waghsilhu bilmaa’i watsts alji wal baradi wa naqqihi minal khathaayaa kamaa naqqaitats tsaubal abyadla minaddanas wa abdilhu daaran khairan min daarihi wa ahlan khairan min ahlihi wa zaujan khairan min zaujihi wa adkhilhul jannata wa a‘idzhu min ‘adzaabil qabri au min ‘adzaabin naar,” hingga ia berangan seandainya ia yang menjadi mayit tersebut.(HR Muslim: 2276).[1]
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan doa yang dibaca Rasulullah SAW ketika menshalatkan jenazah, yang berisi permohonan ampunan, rahmat, keselamatan, dan kemuliaan bagi mayit, serta permintaan agar Allah membersihkan dosa-dosanya sebagaimana kain putih dibersihkan dari noda, melapangkan kuburnya, menggantikan keadaan dunianya dengan yang lebih baik di akhirat, dan melindunginya dari siksa kubur serta neraka. Kandungan hadis ini menunjukkan besarnya kasih sayang Islam kepada orang yang telah meninggal, serta pentingnya mendoakan kebaikan yang menyeluruh bagi mereka, sekaligus mengajarkan bahwa kehidupan akhirat adalah tujuan utama sehingga seorang Muslim berharap memperoleh akhir yang husnul khatimah seperti doa yang dipanjatkan Nabi saw tersebut.
Referensi
- Ibid, juz 1, hal. 488, Kitab Janaza, Bab Ad-Du'a 'ala Al-Mayit, No. 2276 .

Komentar 0