40 HADIS DO'A SEHARI-HARI

KTI

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat Datang Para Pencari Kebenaran dan Ketenangan. Ketika kata-kata tak lagi mampu mewakili perasaan, biarkan doa yang berbicara, temukan doa terbaik yang diajarkan Rasulullah SAW untuk Kehidupan Sehari-Hari: 40 Hadis Tematik.

Foto Agus Salim Batubara

Tentang Penulis

Agus Salim Batubara

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS DO'A SEHARI-HARI

Penyusun: Agus Salim Batubara

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Do'a Memohon Cahaya Hati

Disusun oleh: Agus Salim Batubara (@BgBatubara) · Bagian dari 40 HADIS DO'A SEHARI-HARI

Hadis

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ بِتُّ عِنْدَ مَيْمُونَةَ فَقَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَى حَاجَتَهُ فَغَسَلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ ثُمَّ نَامَ ثُمَّ قَامَ فَأَتَى الْقِرْبَةَ فَأَطْلَقَ شِنَاقَهَا ثُمَّ تَوَضَّأَ وُضُوءًا بَيْنَ وُضُوءَيْنِ لَمْ يُكْثِرْ وَقَدْ أَبْلَغَ فَصَلَّى فَقُمْتُ فَتَمَطَّيْتُ كَرَاهِيَةَ أَنْ يَرَى أَنِّي كُنْتُ أَتَّقِيهِ فَتَوَضَّأْتُ فَقَامَ يُصَلِّي فَقُمْتُ عَنْ يَسَارِهِ فَأَخَذَ بِأُذُنِي فَأَدَارَنِي عَنْ يَمِينِهِ فَتَتَامَّتْ صَلَاتُهُ ثَلَاثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً ثُمَّ اضْطَجَعَ فَنَامَ حَتَّى نَفَخَ وَكَانَ إِذَا نَامَ نَفَخَ فَآذَنَهُ بِلَالٌ بِالصَّلَاةِ فَصَلَّى وَلَمْ يَتَوَضَّأْ وَكَانَ يَقُولُ فِي دُعَائِهِ اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي قَلْبِي نُورًا وَفِي بَصَرِي نُورًا وَفِي سَمْعِي نُورًا وَعَنْ يَمِينِي نُورًا وَعَنْ يَسَارِي نُورًا وَفَوْقِي نُورًا وَتَحْتِي نُورًا وَأَمَامِي نُورًا وَخَلْفِي نُورًا وَاجْعَلْ لِي نُورًا. (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ: ٥٩٥٧) 

Terjemahan

Hadis dari Ibnu Abbas RA  ia berkata bahwa ia pernah bermalam di rumah Maimunah, lalu Nabi SAW bangun untuk membuang hajat kemudian beliau membasuh wajah dan kedua tangannya lalu beliau mendatangi tempat air yang digantung dan membuka talinya kemudian beliau berwudhu dengan tidak banyak namun sempurna, kemudian beliau melaksanakan shalat dan ia berdiri berjinjit karena khawatir beliau mengetahui bahwa ia memperhatikannya lalu ia berwudhu dan berdiri untuk shalat, maka ia berdiri di sebelah kiri beliau lalu beliau meraih telinganya dan menggesernya ke sebelah kanan, kemudian beliau menyelesaikan shalat hingga tiga belas rakaat lalu beliau berbaring dan tertidur hingga terdengar tarikan nafasnya dan apabila beliau tidur terdengar tarikan nafasnya, kemudian Bilal mengumandangkan adzan untuk shalat lalu beliau shalat tanpa berwudhu lagi, dan dalam doanya beliau mengucapkan: “Allahummaj‘al fi qalbi nuran wa fi bashari nuran wa fi sam‘i nuran wa ‘an yamini nuran wa ‘an yasari nuran wa min fauqi nuran wa min tahti nuran wa min amami nuran wa min khalfi nuran wa a‘zhim li nuran.(HR al-Bukhari: 5957).[1]

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini mengajarkan pentingnya mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah malam, doa, dan permohonan petunjuk dalam kehidupan. Rasulullah SAW memberikan teladan dalam melaksanakan salat malam dengan penuh kekhusyukan serta memanjatkan doa agar Allah memberikan cahaya (nur) pada hati, penglihatan, pendengaran, dan seluruh aspek kehidupan, yang menunjukkan harapan agar seorang hamba memperoleh petunjuk, keimanan, dan perlindungan dari kesesatan. Selain itu, hadis ini juga menggambarkan adab dalam beribadah, seperti kesempurnaan wudhu, tata cara berjamaah, serta pentingnya menjadikan ibadah malam sebagai sarana memperkuat hubungan spiritual dengan
Allah dan memperdalam keimanan.

Referensi

  1. Ibid, juz 5, hal. 2349, Kitab Ad-Du'a, Bab Du'a Al-'Abd wa Qiyam Al-Lail, No. 5957.

Komentar 0