Hadis tentang Do'a Bersetubuh Suami Istri
Hadis
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ يَبْلُغُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَتَى أَهْلَهُ قَالَ بِاسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبْ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا فَقُضِيَ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ لَمْ يَضُرُّهُ. ( رَوَاهُالبخاري: ١٣٨)
Terjemahan
Hadis dari dari Ibnu 'Abbas dan sampai kepada Nabi SAW, beliau bersabda: jika salah seorang dari kalian ingin mendatangi isterinya (untuk bersetubuh), maka hendaklah ia membaca: 'bismillahi Allahumma Jannibnasy Syaithaana Wa Jannibisy Syaithaana Maa Razaqtanaa (Ya Allah, jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang engkau rizkikan (anak) kepada kami).' Jika dikaruniai anak dari hubungan keduanya maka setan tidak akan dapat mencelakakan anak itu." (HR al-Bukhori: 138).[1]
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini mengajarkan pentingnya memulai setiap aktivitas, termasuk hubungan suami istri, dengan doa dan mengingat Allah agar memperoleh keberkahan serta perlindungan dari gangguan setan. Rasulullah SAW menganjurkan pasangan suami istri membaca doa sebelum berhubungan sebagai bentuk permohonan agar keturunan yang dianugerahkan dijaga dari pengaruh buruk setan dan tumbuh dalam kebaikan. Dengan demikian, hadis ini menunjukkan bahwa kehidupan rumah tangga dalam Islam tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan biologis, tetapi juga mengandung nilai ibadah, spiritualitas, dan tanggung jawab dalam mempersiapkan generasi yang saleh melalui doa dan ketakwaan kepada
Allah.
Referensi
- Ibid, juz 1, hal. 207, Kitab Al-Nikah, Bab Du'a 'inda Al-Wathu, No. 138.

Komentar 0