40 HADIS DO'A SEHARI-HARI

KTI

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat Datang Para Pencari Kebenaran dan Ketenangan. Ketika kata-kata tak lagi mampu mewakili perasaan, biarkan doa yang berbicara, temukan doa terbaik yang diajarkan Rasulullah SAW untuk Kehidupan Sehari-Hari: 40 Hadis Tematik.

Foto Agus Salim Batubara

Tentang Penulis

Agus Salim Batubara

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS DO'A SEHARI-HARI

Penyusun: Agus Salim Batubara

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Mustajab Do’a Orang yang Terzolimi

Disusun oleh: Agus Salim Batubara (@BgBatubara) · Bagian dari 40 HADIS DO'A SEHARI-HARI

Hadis

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ مُعَاذًا إِلَى الْيَمَنِ فَقَالَ اتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهَا لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ.(رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ: ٢٣١٦)

Terjemahan

Hadis dari Ibnu ‘Abbas RA, bahwa Nabi SAW mengutus Mu‘adz ke negeri Yaman, lalu ia bersabda kepadanya: “berhati-hatilah kamu terhadap do’a orang yang dizalimi karena antara do’anya dan Allah tidak ada penghalangnya. (HR al-Bukhori: 2316).[1]

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menegaskan bahaya kezaliman dan besarnya kekuatan doa orang yang dizalimi. Rasulullah SAW memperingatkan Mu’adz bin Jabal agar berhati-hati terhadap doa orang yang teraniaya, karena doa tersebut memiliki kedudukan yang sangat dekat dengan Allah dan tidak terhalang untuk dikabulkan. Hal ini menunjukkan bahwa keadilan merupakan prinsip utama dalam Islam, dan setiap bentuk kezaliman, sekecil apa pun, berpotensi mendatangkan balasan langsung dari Allah melalui doa orang yang dizalimi.
Selain itu, hadis ini juga mengandung pesan moral agar seorang muslim selalu menjaga sikap adil dalam hubungan sosial, baik sebagai pemimpin maupun individu biasa. Doa orang yang terzalimi tidak mensyaratkan kedudukan, kesalehan tinggi, atau status tertentu; selama ia berada dalam posisi dizalimi, doanya memiliki kekuatan khusus di sisi Allah SWT. Dengan demikian, hadis ini menjadi peringatan keras untuk menjauhi tindakan zalim serta dorongan untuk menegakkan keadilan dan menghormati hak-hak sesama.

Referensi

  1. Muhammad bin Ismail Al-Bukhari, Sahih Al-Bukhari, juz 3, hal. 1265, Kitab Al-Mazalim, Bab Taqwa Dua'u al-Mazlum, (Beirut: Dar Ibn Kathir, 2002 M/1423 H), No. 2316.

Komentar 0