Hadis tentang Do’a Memohon Kebaikan Dunia Dan Akhirat
Hadis
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَادَ رَجُلًا قَدْ جُهِدَ حَتَّى صَارَ مِثْلَ الْفَرْخِ فَقَالَ لَهُ أَمَا كُنْتَ تَدْعُو أَمَا كُنْتَ تَسْأَلُ رَبَّكَ الْعَافِيَةَ قَالَ كُنْتُ أَقُولُ اللَّهُمَّ مَا كُنْتَ مُعَاقِبِي بِهِ فِي الْآخِرَةِ فَعَجِّلْهُ لِي فِي الدُّنْيَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُبْحَانَ اللَّهِ إِنَّكَ لَا تُطِيقُهُ أَوْ لَا تَسْتَطِيعُهُ أَفَلَا كُنْتَ تَقُولُ اللَّهُمَّ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. (رَوَاهُ سُنَنُ التِّرْمِذِيِّ: ٣٨٢٤)
Terjemahan
Dari Anas bin Malik, dan dari jalur lain Muhammad bin AlMutsanna telah menceritakan kepada kami, ia berkata bahwa Khalid bin Al-Harits telah menceritakan kepada kami dari Humaid dari Tsabit dari Anas bin Malik bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjenguk seseorang yang sangat menderita hingga seperti anak ayam, lalu beliau bersabda kepadanya bahwa tidakkah ia
pernah berdoa dan memohon keselamatan kepada Tuhannya, kemudian orang itu menjawab bahwa ia pernah berdoa agar apa yang Allah hendak hukumkan kepadanya di akhirat disegerakan di dunia, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Subhanallah, sesungguhnya engkau tidak akan mampu menanggungnya, tidakkah engkau berdoa: Allahumma aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaabannaar (Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka).” (HR al-Tirmidzi 3824).[1]
Isi kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa Rasulullah saw menegur seorang sahabat yang berdoa meminta agar hukuman Allah di akhirat disegerakan di dunia, karena manusia tidak akan mampu menanggung beratnya azab tersebut. Beliau kemudian mengajarkan doa yang lebih sempurna dan menyeluruh, yaitu doa kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, serta perlindungan dari azab neraka. Kandungan hadis ini menegaskan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan dalam berdoa, yaitu memohon kebaikan yang menyeluruh tanpa meminta sesuatu yang bisa membahayakan diri sendiri, serta menunjukkan pentingnya memilih doa yang diajarkan Nabi saw karena mencakup keselamatan hidup dunia dan akhirat secara sempurna.
Referensi
- Ibid, juz 5, hal. 287, Kitab Ad-Du'a, Bab Du'a Rabbana Atina fi Dunia Hasanah wa fil Akhirah Hasanah, No. 3824.

Komentar 0