Hadis tentang Do’a Orang Tua Untuk Anak
Hadis
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ.(رَوَاهُ سُنَنُ التِّرْمِذِيِّ: ٣٧٨٠)
Terjemahan
Hadis Dari Abu Hurairah bahwa ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda bahwa ada tiga macam doa yang akan dikabulkan dan tidak ada keraguan padanya, yaitu doa orang yang terzalimi, doa musafir, dan doa orang tua atas anaknya. (HR al-Tirmidzi : 3780).[1]
Isi kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa terdapat tiga jenis doa yang memiliki jaminan kuat untuk dikabulkan oleh Allah, yaitu doa orang yang dizalimi, doa musafir, dan doa orang tua terhadap anaknya. Doa orang yang dizalimi dikabulkan karena ia berada dalam posisi lemah dan teraniaya, sehingga Allah memberikan pertolongan langsung tanpa penghalang. Hal ini sekaligus menjadi peringatan keras agar tidak berbuat zalim kepada siapa pun. Doa musafir juga termasuk mustajab karena kondisi safar biasanya diiringi dengan kesulitan, ketidaknyamanan, dan keterasingan, yang menjadikan
seseorang lebih dekat dan bergantung kepada Allah. Sementara itu, doa orang tua terhadap anaknya memiliki kekuatan besar karena adanya ikatan emosional, tanggung jawab, dan kedudukan tinggi orang tua dalam Islam. Namun, penyebutan doa buruk orang tua terhadap anaknya juga menjadi peringatan agar orang tua menjaga lisannya dan tidak mendoakan keburukan, karena bisa saja benar-benar dikabulkan.
Referensi
- 8Ibid, juz 5, hal. 267, Kitab Ad-Du'a, Bab Fi Ijabat Ad-Du'a, No. 3780.

Komentar 0