40 HADIS DO'A SEHARI-HARI

KTI

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat Datang Para Pencari Kebenaran dan Ketenangan. Ketika kata-kata tak lagi mampu mewakili perasaan, biarkan doa yang berbicara, temukan doa terbaik yang diajarkan Rasulullah SAW untuk Kehidupan Sehari-Hari: 40 Hadis Tematik.

Foto Agus Salim Batubara

Tentang Penulis

Agus Salim Batubara

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS DO'A SEHARI-HARI

Penyusun: Agus Salim Batubara

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Do’a Ketika Bangun Tidur

Disusun oleh: Agus Salim Batubara (@BgBatubara) · Bagian dari 40 HADIS DO'A SEHARI-HARI

Hadis

عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ قَالَ بِاسْمِكَ أَمُوتُ وَأَحْيَا وَإِذَا قَامَ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ.(رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ: ٦٩٥٩)

Terjemahan

Hadis dari Hudzaifah bin Yaman bahwa ia berkata bahwa apabila Nabi SAW hendak tidur maka beliau mengucapkan: “Bismika amuutu wa ahya,” dan apabila bangun tidur beliau mengucapkan: “Alhamdulillahilladzi ahyaana ba‘da maa amaatana wa ilaihin nusyuur.”(HR al-Bukhari: 6959).[1]

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan kebiasaan Rasulullah SAW dalam berzikir ketika hendak tidur dan bangun tidur, yaitu membaca doa sebagai bentuk penyerahan diri kepada Allah saat tidur dengan mengakui bahwa hidup dan mati berada dalam kuasa-Nya, serta ketika bangun beliau mengucapkan rasa syukur kepada Allah yang telah menghidupkan kembali setelah “mematikan” dalam tidur. Kandungan hadis ini menegaskan pentingnya seorang Muslim untuk selalu mengingat Allah dalam setiap keadaan, menjadikan tidur sebagai bentuk ketenangan yang disertai tawakal, serta bangun sebagai momentum untuk bersyukur atas nikmat kehidupan dan menyadari adanya kebangkitan kembali di akhirat.

Referensi

  1. 1 Ibid, juz 5, hal. 2368, Kitab Ad-Du'a, Bab Dzikr 'inda An-Nawm, No. 6359 .

Komentar 0