Hadis tentang Do’a Ketika Bangun Tidur
Hadis
عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ قَالَ بِاسْمِكَ أَمُوتُ وَأَحْيَا وَإِذَا قَامَ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ.(رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ: ٦٩٥٩)
Terjemahan
Hadis dari Hudzaifah bin Yaman bahwa ia berkata bahwa apabila Nabi SAW hendak tidur maka beliau mengucapkan: “Bismika amuutu wa ahya,” dan apabila bangun tidur beliau mengucapkan: “Alhamdulillahilladzi ahyaana ba‘da maa amaatana wa ilaihin nusyuur.”(HR al-Bukhari: 6959).[1]
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan kebiasaan Rasulullah SAW dalam berzikir ketika hendak tidur dan bangun tidur, yaitu membaca doa sebagai bentuk penyerahan diri kepada Allah saat tidur dengan mengakui bahwa hidup dan mati berada dalam kuasa-Nya, serta ketika bangun beliau mengucapkan rasa syukur kepada Allah yang telah menghidupkan kembali setelah “mematikan” dalam tidur. Kandungan hadis ini menegaskan pentingnya seorang Muslim untuk selalu mengingat Allah dalam setiap keadaan, menjadikan tidur sebagai bentuk ketenangan yang disertai tawakal, serta bangun sebagai momentum untuk bersyukur atas nikmat kehidupan dan menyadari adanya kebangkitan kembali di akhirat.
Referensi
- 1 Ibid, juz 5, hal. 2368, Kitab Ad-Du'a, Bab Dzikr 'inda An-Nawm, No. 6359 .

Komentar 0