Hadis tentang Perintah Berdo’a Kepada Allah
Hadis
سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ قَالَ قَدِمَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ فَآخَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ سَعْدِ بْنِ الرَّبِيعِ الْأَنْصَارِيِّ وَعِنْدَ الْأَنْصَارِيِّ امْرَأَتَانِ فَعَرَضَ عَلَيْهِ أَنْ يُنَاصِفَهُ أَهْلَهُ وَمَالَهُ فَقَالَ بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِي أَهْلِكَ وَمَالِكَ دُلُّونِي عَلَى السُّوقِ فَأَتَى السُّوقَ فَرَبِحَ شَيْئًا مِنْ أَقِطٍ وَشَيْئًا مِنْ سَمْنٍ فَرَآهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَ أَيَّامٍ وَعَلَيْهِ وَضَرٌ مِنْ صُفْرَةٍ فَقَالَ مَهْيَمْ يَا عَبْدَ الرَّحْمَنِ فَقَالَ تَزَوَّجْتُ أَنْصَارِيَّةً قَالَ فَمَا سُقْتَ إِلَيْهَا قَالَ وَزْنَ نَوَاةٍ مِنْ ذَهَبٍ قَالَ أَوْلِمْ وَلَوْ بِشَاةٍ. (رَوَاهُ البُخَارِيُّ: ٣٩٣٧)
Terjemahan
Hadis dari Anas bin Malik berkata bahwa ketika Abdurrahman bin Auf datang, Nabi SAW mempersaudarakannya dengan Sa‘d bin Rabi‘ Al-Anshari, dan seorang Anshari itu memiliki dua istri lalu ia menawarkan satu istri dan setengah dari hartanya kepada Abdurrahman bin Auf, namun Abdurrahman berkata bahwa semoga Allah memberkahimu dalam harta dan keluargamu dan ia meminta ditunjukkan pasar, kemudian ia pergi ke pasar dan memperoleh keuntungan berupa keju dan samin, setelah beberapa hari Nabi SAW melihatnya dan padanya terdapat bekas-bekas kuning lalu beliau mengucapkan selamat kepadanya, kemudian Abdurrahman mengatakan bahwa ia telah menikahi seorang wanita Anshariyyah, lalu Nabi bertanya apa yang ia berikan sebagai mahar dan ia menjawab emas seberat kira-kira satu ons, maka Nabi bersabda agar ia mengadakan walimah meskipun hanya dengan seekor kambing.." (HR al-Bukhori: 3937).[1]
Isi kandungan hadis
Hadis ini mengajarkan nilai persaudaraan, kerja keras, keberkahan doa, dan kemandirian dalam kehidupan seorang muslim. Rasulullah SAW mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar sebagai bentuk solidaritas sosial, sementara sikap Abdurrahman bin Auf yang memilih bekerja dan berdagang daripada bergantung kepada orang lain menunjukkan pentingnya ikhtiar dan usaha yang halal dalam mencari rezeki. Ucapan doa keberkahan terhadap keluarga dan harta juga menggambarkan adab seorang muslim dalam mendoakan kebaikan sesama. Selain itu, hadis ini mengandung pelajaran tentang anjuran mengadakan walimah pernikahan sesuai kemampuan sebagai bentuk syukur dan pengumuman pernikahan, sehingga mencerminkan keseimbangan antara ukhuwah, usaha, keberkahan, dan tanggung jawab sosial dalam Islam.
Referensi
- Ibid, juz 4, hal. 1830, Kitab Ar-Riqaq, Bab At-Tawakkul 'alallah, No. 3937.

Komentar 0