Hadis tentang Surah al-Baqarah akan Mencukupi
Hadis
عَنْ أَبِى مَسْعُودٍ وَلَقِيتُهُ وَهْوَ يَطُوفُ بِالْبَيْتِ فَذَكَرَ قَوْلَ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّ مَنْ قَرَأَ بِالآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِى لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ(رَوَاهُ البُخَارِيُّ:٥٠٥١)[1]
Terjemahan
Hadis dari Abu Mas'ud al-Ansari dan aku (perawi) pernah bertemu dengannya ketika ia sedang thawaf di Ka‘bah lalu ia menyebutkan sabda Nabi SAW :Sesungguhnya barang siapa membaca dua ayat terakhir dari Surah al-Baqarah pada suatu malam, niscaya kedua ayat itu akan mencukupinya.( HR Bukhari no 5051 ).
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan keutamaan membaca dua ayat terakhir dari Surah al-Baqarah sebagai bentuk dzikir malam yang memiliki nilai perlindungan dan kecukupan bagi seorang Muslim. Ungkapan “kafatahu” (mencukupinya) menunjukkan bahwa ayat-ayat tersebut mampu menjadi penjaga dari berbagai keburukan, baik yang bersifat lahiriah maupun batiniah, seperti gangguan manusia, setan, maupun rasa takut di malam hari. Selain itu, hadis ini juga menegaskan pentingnya menghidupkan malam dengan bacaan al-Qur’an, meskipun hanya dengan ayat-ayat tertentu, sebagai bentuk ibadah yang ringan namun memiliki keutamaan besar. Dengan demikian, amalan ini mencerminkan kemudahan dalam syariat Islam, di mana dzikir yang singkat dapat memberikan manfaat spiritual yang luas, sekaligus menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Referensi
1.Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Sahih al-Bukhari (Beirut: Dar Ṭawq al-Najah, 1422 H), Kitab Faḍa'il al-Qur'an, Bāb Faḍl Akhir Surat al-Baqarah, hadis no. 5051.

Komentar 0