Hadis tentang Tidak sah Shalat seseorang tanpa membaca al-Fatihah
Hadis
عَنْ مَالِكٍ عَنِ الْعَلاَءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا السَّائِبِ مَوْلَى هِشَامِ بْنِ زُهْرَةَ يَقُولُ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَنْ صَلَّى صَلاَةً لَمْ يَقْرَأْ فِيهَا بِأُمِّ الْقُرْآنِ فَهِىَ خِدَاجٌ فَهِىَ خِدَاجٌ فَهِىَ خِدَاجٌ غَيْرُ تَمَامٍ(رواه أبو داود:٨٢١)[1]
Tejrmahan
Hadis dari Malik, dari Al-‘Ala’ bin ‘Abdirrahman, bahwa ia mendengar Abu Sa’ib maula Hisyam bin Zuhrah berkataAku mendengar Abu Hurairah berkata: Rasulullah Saw bersabda: siapa melaksanakan salat yang di dalamnya tidak membaca Ummul Qur’an (al-Fatihah), maka salatnya itu kurang, maka salatnya itu kurang, maka salatnya itu kurang, tidak sempurna.( HR. Abu dawud no 821 )
Isi kandungan hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa membaca Surah al-Fatihah merupakan rukun yang sangat penting dalam salat. Tanpa membaca al-Fatihah, salat seseorang dianggap tidak sempurna atau kurang, sehingga tidak memenuhi syarat kesempurnaan ibadah salat.Pengulangan kata khidāj (kurang) menegaskan betapa pentingnya posisi al-Fatihah dalam salat, sehingga tidak boleh ditinggalkan oleh seorang muslim yang sedang melaksanakan ibadah salat.
Referensi
1.Abu Dawud al-Sijistani, Sunan Abi Dawud, tahqiq Muhammad Muhyi al-Din Abd al-Hamid (Beirut: Al-Maktabah al-'Aṣriyyah, ), Kitab al-Ṣalah, Bab Man Taraka Qira'ata Fatiḥat al-Kitab fi Ṣalatih, hadis no. 821.

Komentar 0