Hadis tentang Keutamaan Surah al-Fatihah
Hadis
عَنْ حَفْصِ بْنِ عَاصِمٍ عَنْ أَبِى سَعِيدِ بْنِ الْمُعَلَّى قَالَ كُنْتُ أُصَلِّى فِى الْمَسْجِدِ فَدَعَانِى رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَلَمْ أُجِبْهُ ، فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّى كُنْتُ أُصَلِّى . فَقَالَ أَلَمْ يَقُلِ اللَّهُ ( اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ ) ثُمَّ قَالَ لِى لأُعَلِّمَنَّكَ سُورَةً هِىَ أَعْظَمُ السُّوَرِ فِى الْقُرْآنِ قَبْلَ أَنْ تَخْرُجَ مِنَ الْمَسْجِدِ. ثُمَّ أَخَذَ بِيَدِى ، فَلَمَّا أَرَادَ أَنْ يَخْرُجَ قُلْتُ لَهُ أَلَمْ تَقُلْ لأُعَلِّمَنَّكَ سُورَةً هِىَ أَعْظَمُ سُورَةٍ فِى الْقُرْآنِ. قَالَ ( الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ) هِىَ السَّبْعُ الْمَثَانِى وَالْقُرْآنُ الْعَظِيمُ الَّذِى أُوتِيتُهُ(رواه البخاري: ٥٠٠٣ )[1]
Terjemahan
Hadis dari Hafsh bin ‘Ashim, dari Abu Sa‘id bin Al-Mu‘alla, ia berkata:Aku sedang shalat di masjid, lalu Rasulullah Saw memanggilku, namun aku tidak menjawabnya. Setelah selesai, aku berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku sedang shalat.” Beliau bersabda: “Bukankah Allah berfirman: ‘Penuhilah seruan Allah dan Rasul apabila beliau menyerumu’?”Kemudian beliau bersabda: “Aku akan mengajarkan kepadamu satu surah yang paling agung dalam Al-Qur’an sebelum engkau keluar dari masjid.” Lalu beliau memegang tanganku. Ketika beliau hendak keluar, aku berkata: “Bukankah engkau tadi bersabda akan mengajarkan kepadaku surah yang paling agung dalam Al-Qur’an?”Beliau bersabda: “(Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin) yaitu Al-Fatihah, ia adalah As-Sab‘u Al-Mathani dan Al-Qur’an yang agung yang telah diberikan kepadaku. ( HR Bukhari no 5003 )
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan keutamaan besar Surah al-Fatihah, di mana Rasulullah SAW menyebutnya sebagai surah yang paling agung dalam al-Qur’an. Al-Fatihah juga disebut sebagai “as-Sab‘u al-Mathani” (tujuh ayat yang berulang-ulang) dan memiliki kedudukan istimewa dalam ibadah shalat.Selain itu, hadis ini juga mengajarkan adab terhadap Rasulullah SAW, yaitu wajib menjawab panggilan beliau dan mendahulukan perintahnya. Hal ini menunjukkan bahwa ketaatan kepada Rasul termasuk bagian penting dari keimanan seorang muslim
Referensi
1.Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Al-Jamiʿ al-Musnad al-Ṣaḥīḥ al-Mukhtaṣar min Umuri Rasūlillāh SAW (Ṣaḥiḥ al-Bukharī) (Beirut: Dar Ṭawq al-Najah, 1422 H), Kitab Faḍa'il al-Qur'an, Bab Faḍl Fatiḥat al-Kitab, hadis no. 5003.

Komentar 0