Hadis tentang Keutamaan Surah al-Ikhlas
Hadis
عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ أَنَّ رَجُلاً سَمِعَ رَجُلاً يَقْرَأُ ( قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ) يُرَدِّدُهَا ، فَلَمَّا أَصْبَحَ جَاءَ إِلَى النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم فَذَكَرَ لَهُ ذَلِكَ ، وَكَأَنَّ الرَّجُلَ يَتَقَالُّهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ إِنَّهَا لَتَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ(رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ:٧٣٧٤)[1]
Terjemahan
Hadis dari Abu Sa‘id Al-Khudri, bahwa ada seorang lelaki mendengar orang lain membaca Qul Huwallahu Ahad (Surah al-Ikhlas) dan mengulang-ulangnya.Ketika pagi tiba, ia datang kepada Nabi SAW dan menceritakan hal itu, seakan-akan ia menganggap bacaan itu sedikit. Maka Rasulullah Saw bersabda: Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya surah itu sebanding dengan sepertiga Al-Qur’an.( HR. Bukhari no 7374 )
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan keutamaan besar Surah al-Ikhlas yang nilainya setara dengan sepertiga al-Qur’an. Hal ini menunjukkan kemuliaan kandungan tauhid yang terdapat di dalamnya, karena surah tersebut menegaskan keesaan Allah SWT secara murni. Selain itu, hadis ini juga mengajarkan bahwa tidak boleh meremehkan ayat atau surah al-Qur’an meskipun terlihat pendek, karena setiap bagian al-Qur’an memiliki keutamaan dan pahala yang besar di sisi Allah SWT.
Referensi
1.Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Ṣaḥiḥ al-Bukhari (Beirut: Dār Ṭawq al-Najah, 1422 H), Kitab Faḍa'il al-Qur'an, Bab Faḍl Qul Huwa Allahu Aḥad, hadis no. 7374.

Komentar 0