Hadis tentang Puasa 'Asyura pada Masa Jahiliyah
Hadis
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ:كَانَتْ قُرَيْشٌ تَصُومُ عَاشُورَاءَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ، وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ يَصُومُهُ، فَلَمَّا فُرِضَ رَمَضَانُ قَالَ: مَنْ شَاءَ صَامَهُ وَمَنْ شَاءَ تَرَكَهُ.(رَوَاهُ مُسْلِمٌ: ١١٢٥)[1]
Terjemahan
Hadis dari Aisyah Ra, ia berkata: Kaum Quraisy dahulu berpuasa pada hari ‘Asyura di masa jahiliyah, dan Rasulullah SAW juga berpuasa pada hari itu. Maka ketika puasa Ramadan diwajibkan, beliau bersabda: ‘Barang siapa yang mau, maka berpuasalah (pada hari ‘Asyura), dan barang siapa yang mau, maka boleh meninggalkannya. (HR. Muslim: 1125)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan sejarah puasa ‘Asyura yang sudah dikenal sejak masa jahiliyah oleh kaum Quraisy, dan Rasulullah SAW juga melaksanakannya sebelum diwajibkannya puasa Ramadan. Namun, setelah puasa Ramadan ditetapkan sebagai kewajiban, hukum puasa ‘Asyura berubah menjadi sunnah (tidak wajib), sehingga seseorang diberi pilihan untuk melaksanakannya atau meninggalkannya. Hal ini menunjukkan adanya perkembangan (tadarruj) dalam penetapan hukum Islam, serta fleksibilitas syariat dalam mengatur ibadah sesuai dengan kondisi umat.
Referensi
- Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi an-Naisaburi, Al-Jami’ al-Musnad as Sahih al-Mukhtasar Min as-Sunan Bi Naql al-’Adl ’an al-’Adl ’an Rasulillah (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 2006).,h.445

Komentar 0