Hadis tentang Mengiringi Jenazah karena Iman
Hadis
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ (مَنِ اتَّبَعَ جَنَازَةَ مُسْلِمٍ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، وَكَانَ مَعَهُ حَتَّى يُصَلَّى عَلَيْهَا، وَيَفْرُغَ مِنْ دَفْنِهَا، فَإِنَّهُ يَرْجِعُ مِنَ الأَجْرِ بِقِيرَاطَيْنِ،كُلُّ قِيرَاطٍ مِثْلُ أَحَدٍ، وَمَنْ صَلَّى عَلَيْهَا ثُمَّ رَجَعَ قَبْلَ أَنْ تُدْفَنَ فَإِنَّهُ يَرْجِعُ بِقِيرَاطٍ). تَابَعَهُ عُثْمَانُ الْمُؤَذِّنُ قَالَ حَدَّثَنَا عَوْفٌ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم نحَوْهُ.(رواه البخاري: ٤٧)[1]
Terjemahan
Hadis dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda:"barangsiapa yang mengiringi jenazah seorang muslim karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), dan ia tetap bersamanya hingga disalatkan dan selesai pemakamannya, maka ia pulang dengan membawa pahala sebanyak dua qirath. Setiap qirath itu besarnya seukuran Gunung Uhud. Dan barangsiapa yang menyalatkannya kemudian pulang sebelum jenazah itu dimakamkan, maka ia pulang dengan membawa pahala satu qirath."Kemudian hadis ini juga diriwayatkan oleh Utsman al-Mu'adzdzin, ia berkata, "telah menceritakan kepada kami Auf dari Muhammad, dari Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad SAW, dengan lafaz yang semakna." (HR al-Bukhari: 47)
Isi Kandungan Hadis
Kandungan hadis tersebut menjelaskan besarnya pahala bagi orang yang mengiringi jenazah seorang muslim dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah SWT. Orang yang mengikuti jenazah sejak disalatkan hingga selesai pemakaman akan mendapatkan pahala dua qirath, dan setiap qirath besarnya seperti Gunung Uhud. Sedangkan orang yang hanya menyalatkan jenazah lalu pulang sebelum pemakaman akan memperoleh satu qirath pahala.
Hadis ini mengajarkan pentingnya kepedulian, persaudaraan, dan penghormatan kepada sesama muslim, terutama kepada orang yang telah meninggal dunia. Selain itu, hadis ini juga mendorong umat Islam untuk ikut membantu dan menghadiri proses pemakaman sebagai bentuk amal saleh dan rasa empati terhadap keluarga yang ditinggalkan.
Referensi
- Muhammad bin Ismail bin Ibrahim al-Bukhari, Al-Jami' al-Musnad al-Shahih al-Mukhtasar min Umur Rasulillah shallallahu 'alaihi wa sallam wa Sunanihi wa Ayyamih, (Damaskus: Dar Ibn Kathir, 2002), Juz 1, h. 26.

Komentar 0