40 HADIS IMAN

KTI

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat datang di aplikasi 40 Hadis Iman, silahkan telusuri aplikasi untuk menemukan beragam ilmu yang bermanfaat. Terima kasih.

Foto Susan Safitri

Tentang Penulis

Susan Safitri

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS IMAN

Penyusun: Susan Safitri

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Iman yang Bersih dari Kezaliman

Disusun oleh: Susan Safitri (@susansafitri) · Bagian dari 40 HADIS IMAN

Hadis

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: لَمَّا نَزَلَتْ: (الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ)، قَالَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَيُّنَا لَمْ يَظْلِمْ؟ فَأَنْزَلَ اللَّهُ: (إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ).( رواه البخاري:٣٢)[1]

Terjemahan

Hadis dari Abdullah (bin Mas'ud) RA ia berkata: ketika turun ayat: "orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman" (QS. Al-An'am: 82), para sahabat Rasulullah SAW merasa berat lalu berkata: "siapa di antara kami yang tidak pernah berbuat zalim (pada dirinya sendiri)?" maka Allah menurunkan ayat: sesungguhnya syirik itu adalah kezaliman yang besar.  (QS. Luqman: 13). (HR al-Bukhari: 32)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menegaskan bahwa kezaliman yang dapat membatalkan keamanan iman seseorang adalah perbuatan syirik (menyekutukan Allah), sebagaimana dijelaskan Allah melalui Surah Luqman ayat 13 untuk meluruskan kekhawatiran para sahabat Nabi yang mengira dosa-dosa kecil dapat menggugurkan iman mereka. Hadis ini menjadi contoh utama metode tafsir Al-Qur'an dengan Al-Qur'an, sekaligus menunjukkan betapa sensitifnya hati para sahabat terhadap dosa. Pada akhirnya, riwayat ini memberikan jaminan keamanan mutlak dari siksa neraka serta petunjuk yang sempurna di dunia dan akhirat bagi siapa saja yang murni menjaga ketauhidannya.

Referensi

  1. Al-Imam Abu al-Husain bin al-Hajjaj al-Qusyairi al-Naisaburi, al-Jami’ al-Musnad al-Shahih al-Mukhtasar min al-Sunani bi Naql al-`Adl `an al-`Adl `an Rasulillah, (Riyadh: Bayt al-Afkar al-Dawliyyah, 1419 H/1998 M), Juz 1, h. 65.

Komentar 0