40 HADIS IMAN

KTI

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat datang di aplikasi 40 Hadis Iman, silahkan telusuri aplikasi untuk menemukan beragam ilmu yang bermanfaat. Terima kasih.

Foto Susan Safitri

Tentang Penulis

Susan Safitri

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS IMAN

Penyusun: Susan Safitri

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Kesempurnaan Iman melalui Cinta kepada Sesama

Disusun oleh: Susan Safitri (@susansafitri) · Bagian dari 40 HADIS IMAN

Hadis 

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ
(لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ - أَوْ قَالَ لِجَارِهِ - مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ. (رواه إبن ماجه:٦٩)[1]

Terjemahan

Hadis dari Anas bin Malik RA  bahwa Rasulullah SAW  bersabda: tidak sempurna iman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai untuk saudaranya atau tetangganya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri. (HR Ibn Majah: 69).

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan bahwa kesempurnaan iman seorang Muslim tidak hanya diukur dari ibadah kepada Allah, tetapi juga dari sikapnya terhadap sesama. Seseorang dikatakan memiliki iman yang sempurna apabila ia mencintai dan menginginkan kebaikan bagi saudaranya atau tetangganya sebagaimana ia menginginkan kebaikan bagi dirinya sendiri. Sikap ini mencerminkan keikhlasan, kepedulian, kasih sayang, dan menjauhkan diri dari sifat iri, dengki, serta egoisme. Hadis ini juga mengajarkan pentingnya membangun hubungan sosial yang harmonis dengan saling membantu, menghormati, dan mendoakan kebaikan bagi sesama. Dengan mengamalkan ajaran tersebut, akan terwujud kehidupan masyarakat yang penuh persaudaraan, kedamaian, dan saling mencintai sebagai wujud kesempurnaan iman.

Referensi

  1. Abu `Abdillah Muhammad bin Yazid al-Qazwini Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah, (Al-Jubail: Dar al-Siddiq & Beirut: Muassasah al-Rayyan, 1431 H/2010 M), Juz 1,h.79.

Komentar 0