Hadis tentang Pentingnya Iman dan Menyebarkan Salam
Hadis
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- (وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لاَ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَىْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ).(رواه إبن ماجه: ٧١)[1]
Terjemahan
Hadis dari Abu Hurairah RA ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:"Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya,kamu tidak akan masuk surga hingga kamu beriman. Dan kamu tidak beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kepada kalian suatu amalan yang apabila kalian melakukannya, niscaya kalian akan saling mencintai? sebarkanlah salam di antara kalian."." (HR Ibn Majah : 71).
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa iman merupakan syarat utama untuk memperoleh keselamatan dan masuk surga. Rasulullah SAW menegaskan bahwa kesempurnaan iman tidak hanya diwujudkan melalui ibadah kepada Allah, tetapi juga tercermin dalam hubungan yang baik dengan sesama manusia. Salah satu bentuk nyata dari hubungan tersebut adalah saling mencintai karena Allah. Untuk menumbuhkan rasa kasih sayang dan persaudaraan di antara kaum Muslimin, Nabi SAW menganjurkan agar mereka membiasakan menyebarkan salam. Ucapan salam tidak hanya menjadi doa keselamatan, tetapi juga menjadi sarana mempererat ukhuwah, menghilangkan permusuhan, serta menciptakan suasana damai dan harmonis dalam kehidupan bermasyarakat.
Referensi
- Abu `Abdillah Muhammad bin Yazid al-Qazwini Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah, (Al-Jubail: Dar al-Siddiq & Beirut: Muassasah al-Rayyan, 1431 H/2010 M), Juz 1,h.81.

Komentar 0