40 HADIS IMAN

KTI

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat datang di aplikasi 40 Hadis Iman, silahkan telusuri aplikasi untuk menemukan beragam ilmu yang bermanfaat. Terima kasih.

Foto Susan Safitri

Tentang Penulis

Susan Safitri

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS IMAN

Penyusun: Susan Safitri

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Keimanan dan Ketaatan kepada Allah SWT

Disusun oleh: Susan Safitri (@susansafitri) · Bagian dari 40 HADIS IMAN

Hadis 

عَنْ أَبِي جَمْرَةَ قَالَ كُنْتُ أَقْعُدُ مَعَ ابْنِ عَبَّاسٍ يُجْلِسُنِي عَلَى سَرِيرِهِ فَقَالَ أَقِمْ عِنْدِي حَتَّى أَجْعَلَ لَكَ سَهْمًا مِنْ مَالِي فَأَقَمْتُ مَعَهُ شَهْرَيْنِ ثُمَّ قَالَ إِنَّ وَفْدَ عَبْدِ الْقَيْسِ لَمَّا أَتَوْا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ الْقَوْمُ أَوْ مَنْ الْوَفْدُ قَالُوا رَبِيعَةُ قَالَ مَرْحَبًا بِالْقَوْمِ أَوْ بِالْوَفْدِ غَيْرَ خَزَايَا وَلَا نَدَامَى فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا لَا نَسْتَطِيعُ أَنْ نَأْتِيكَ إِلَّا فِي الشَّهْرِ الْحَرَامِ وَبَيْنَنَا وَبَيْنَكَ هَذَا الْحَيُّ مِنْ كُفَّارِ مُضَرَ فَمُرْنَا بِأَمْرٍ فَصْلٍ نُخْبِرْ بِهِ مَنْ وَرَاءَنَا وَنَدْخُلْ بِهِ الْجَنَّةَ وَسَأَلُوهُ عَنْ الْأَشْرِبَةِ فَأَمَرَهُمْ بِأَرْبَعٍ وَنَهَاهُمْ عَنْ أَرْبَعٍ أَمَرَهُمْ بِالْإِيمَانِ بِاللَّهِ وَحْدَهُ قَالَ أَتَدْرُونَ مَا الْإِيمَانُ بِاللَّهِ وَحْدَهُ قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ شَهَادَةُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَإِقَامُ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءُ الزَّكَاةِ وَصِيَامُ رَمَضَانَ وَأَنْ تُعْطُوا مِنْ الْمَغْنَمِ الْخُمُسَ وَنَهَاهُمْ عَنْ أَرْبَعٍ عَنْ الْحَنْتَمِ وَالدُّبَّاءِ وَالنَّقِيرِ وَالْمُزَفَّتِ وَرُبَّمَا قَالَ الْمُقَيَّرِ وَقَالَ احْفَظُوهُنَّ وَأَخْبِرُوا بِهِنَّ مَنْ وَرَاءَكُمْ.(رواهالبخاري:٥٣)[1]

Terjemahan

Hadis dari Abu Jamrah yang menceritakan pengalamannya saat duduk bersama Ibnu Abbas, di mana Ibnu Abbas mendudukkannya di atas ranjangnya dan memintanya tinggal bersama selama dua bulan dengan janji akan diberi sebagian hartanya; dalam kesempatan itu, Ibnu Abbas berkisah bahwa ketika utusan kabilah Abdul Qais datang menemui Nabi SAW dan memperkenalkan diri sebagai suku Rabi'ah, beliau menyambut mereka dengan hangat seraya bersabda, "selamat datang wahai kaum (atau utusan), tanpa rasa hina dan tanpa penyesalan," lalu para utusan itu menjelaskan bahwa mereka hanya bisa berkunjung pada bulan suci karena dihalangi oleh suku kafir Mudhar, sehingga mereka meminta suatu perintah yang jelas untuk disampaikan kepada orang-orang di kampung halaman sekaligus menjadi jalan masuk surga, serta bertanya tentang masalah minuman. Merespons hal tersebut, Nabi SAW memberikan empat perintah dan empat larangan, di mana beliau memerintahkan mereka untuk beriman kepada Allah Yang Maha Esa yang beliau jelaskan sebagai kesaksian bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadan, serta menyerahkan seperlima harta rampasan perang (ghanimah) sebaliknya beliau melarang mereka menggunakan empat jenis wadah pembuat minuman keras, yaitu al-hantam (guci tanah liat), ad-duba' (wadah labu kering), an-naqir (batang pohon yang dilubangi), dan al-muzaffat atau al-muqayyar (wadah berlapis aspal/ter), seraya memungkas khotbahnya dengan pesan, "jagalah semuanya dan sampaikanlah kepada orang-orang di belakang kalian.""(HR al-Bukhari: 53)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini mengandung ajaran bahwa keimanan kepada Allah SWT merupakan dasar utama kehidupan seorang muslim yang diwujudkan dengan mengucapkan syahadat, mendirikan salat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadan, serta menaati seluruh perintah Rasulullah SAW. Hadis ini juga mengajarkan pentingnya menjauhi segala sarana yang dapat mengantarkan kepada perbuatan haram, seperti larangan menggunakan wadah yang berpotensi dijadikan tempat pembuatan minuman memabukkan. Selain itu, Rasulullah SAW mencontohkan sikap ramah dalam menyambut tamu, mendorong semangat menuntut ilmu, serta menegaskan kewajiban setiap muslim untuk mengamalkan dan menyampaikan ajaran Islam kepada orang lain agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.
Referensi
  1. Muhammad bin Ismail bin Ibrahim al-Bukhari, Al-Jami' al-Musnad al-Shahih al-Mukhtasar min Umur Rasulillah shallallahu 'alaihi wa sallam wa Sunanihi wa Ayyamih, (Damaskus: Dar Ibn Kathir, 2002), Juz 1, h. 29.

Komentar 0