Hadis tentang Istiqamah dalam Keimanan
Hadis
عَنْ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الثَّقَفِيِّ قَالَ: قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قُلْ لِي فِي الْإِسْلَامِ قَوْلًا لَا أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا بَعْدَكَ (وَفِي حَدِيثِ أَبِي أُسَامَةَ: غَيْرَكَ). قَالَ: (قُلْ: آمَنْتُ بِاللَّهِ، فَاسْتَقِمْ).(رواه مسلم:٦٢)[1]
Terjemahan
Hadis dari Sufyan bin Abdullah Ats-Tsaqafi, ia berkata, aku berkata, wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku suatu perkataan tentang Islam yang setelah itu aku tidak perlu lagi bertanya kepada siapa pun selain engkau (dalam riwayat lain: selainmu). Beliau bersabda, katakanlah: aku beriman kepada Allah, kemudian beristiqamahlah. (HR. Muslim: 62)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa keimanan yang benar tidak cukup hanya dengan pengakuan dan keyakinan, tetapi harus disertai dengan istiqamah, yaitu konsisten dalam menaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Rasulullah SAW merangkum seluruh ajaran Islam dalam dua perkara: beriman kepada Allah dengan sebenar-benarnya dan terus teguh di atas keimanan tersebut hingga akhir hayat. Oleh karena itu, istiqamah merupakan bukti kejujuran iman dan salah satu sebab utama memperoleh keselamatan serta keridaan Allah SWT.
Referensi
- Al-Imam Abu al-Husain bin al-Hajjaj al-Qusyairi al-Naisaburi, al-Jami’ al-Musnad al-Shahih al-Mukhtasar min al-Sunani bi Naql al-`Adl `an al-`Adl `an Rasulillah, (Riyadh: Bayt al-Afkar al-Dawliyyah, 1419 H/1998 M), Juz 1, h. 65.

Komentar 0