40 HADIS IMAN

KTI

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat datang di aplikasi 40 Hadis Iman, silahkan telusuri aplikasi untuk menemukan beragam ilmu yang bermanfaat. Terima kasih.

Foto Susan Safitri

Tentang Penulis

Susan Safitri

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS IMAN

Penyusun: Susan Safitri

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Istiqamah dalam Keimanan

Disusun oleh: Susan Safitri (@susansafitri) · Bagian dari 40 HADIS IMAN

Hadis 

عَنْ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الثَّقَفِيِّ قَالَ: قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قُلْ لِي فِي الْإِسْلَامِ قَوْلًا لَا أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا بَعْدَكَ (وَفِي حَدِيثِ أَبِي أُسَامَةَ: غَيْرَكَ). قَالَ: (قُلْ: آمَنْتُ بِاللَّهِ، فَاسْتَقِمْ).(رواه مسلم:٦٢)[1]

Terjemahan

Hadis dari Sufyan bin Abdullah Ats-Tsaqafi, ia berkata, aku berkata, wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku suatu perkataan tentang Islam yang setelah itu aku tidak perlu lagi bertanya kepada siapa pun selain engkau (dalam riwayat lain: selainmu). Beliau bersabda, katakanlah: aku beriman kepada Allah, kemudian beristiqamahlah. (HR. Muslim: 62)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan bahwa keimanan yang benar tidak cukup hanya dengan pengakuan dan keyakinan, tetapi harus disertai dengan istiqamah, yaitu konsisten dalam menaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Rasulullah SAW merangkum seluruh ajaran Islam dalam dua perkara: beriman kepada Allah dengan sebenar-benarnya dan terus teguh di atas keimanan tersebut hingga akhir hayat. Oleh karena itu, istiqamah merupakan bukti kejujuran iman dan salah satu sebab utama memperoleh keselamatan serta keridaan Allah SWT.

Referensi

  1. Al-Imam Abu al-Husain bin al-Hajjaj al-Qusyairi al-Naisaburi, al-Jami’ al-Musnad al-Shahih al-Mukhtasar min al-Sunani bi Naql al-`Adl `an al-`Adl `an Rasulillah, (Riyadh: Bayt al-Afkar al-Dawliyyah, 1419 H/1998 M), Juz 1, h. 65.

Komentar 0