40 HADIS JIHAD

KTI

Selamat Datang

Setiap hadis adalah untaian hikmah, setiap ilmu adalah cahaya. Aplikasi Hadis hadir untuk membantu Anda menjelajahi pesan-pesan mulia Rasulullah SAWdengan mudah dan penuh makna.

Foto Hamdan_syahputra

Tentang Penulis

Hamdan_syahputra

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS JIHAD

Penyusun: Hamdan_syahputra

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Jihad tanpa Mengandalkan Bantuan Musyrik

Disusun oleh: Hamdan_syahputra (@Hamdan_syahputra) · Bagian dari 40 HADIS JIHAD

Hadis

عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- خَرَجَ إِلَى بَدْرٍ حَتَّى إِذَا كَانَ بِحَرَّةِ الْوَبَرِ لَحِقَهُ رَجُلٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ يَذْكُرُ مِنْهُ جُرْأَةً وَنَجْدَةً فَقَالَ لَهُ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « أَلَسْتَ تُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ». قَالَ لاَ. قَالَ « ارْجِعْ فَلَنْ أَسْتَعِينَ بِمُشْرِكٍ ». وَفِى الْحَدِيثِ كَلاَمٌ أَكْثَرُ مِنْ هَذَا. هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ. وَالْعَمَلُ عَلَى هَذَا عِنْدَ بَعْضِ أَهْلِ الْعِلْمِ قَالُوا لاَ يُسْهَمُ لأَهْلِ الذِّمَّةِ وَإِنْ قَاتَلُوا مَعَ الْمُسْلِمِينَ الْعَدُوَّ. وَرَأَى بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ أَنْ يُسْهَمَ لَهُمْ إِذَا شَهِدُوا الْقِتَالَ مَعَ الْمُسْلِمِينَ(راواه الترمذي ١٦٤٧)[١]

Terjemahan

‘Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq  , ia berkata: Rasulullah SAW keluar menuju Perang Badar. Ketika beliau sampai di suatu tempat (Harrah Al Wabar), datanglah seorang laki-laki dari kaum musyrik yang dikenal berani dan kuat. Maka Nabi SAW bertanya kepadanya: “Apakah engkau beriman kepada Allah dan Rasul-Nya?” Ia menjawab: “Tidak.” Beliau bersabda: “Kembalilah, karena aku tidak akan meminta bantuan kepada orang musyrik.” (HR.al- Tirmidzi:1647)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini mengajarkan bahwa Rasulullah SAW lebih mengutamakan keimanan daripada kekuatan fisik dalam perjuangan. Meskipun seorang musyrik dikenal berani dan kuat, Nabi SAW tetap menolak bantuannya karena ia belum beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Hal ini menunjukkan bahwa dalam Islam, keimanan, loyalitas, dan kepercayaan menjadi dasar utama dalam perjuangan. Selain itu, hadis ini mengajarkan agar umat Islam selalu mengutamakan pertolongan Allah SWT dan menjaga prinsip-prinsip agama dalam setiap keputusan.

Referensi

  1. Jami' at-Tirmidhi, Kitab al-Siyar, Bab Mā Jā’a fī Karāhiyyat al-Isti‘ānah bi al-Musyrikīn fī al-Ḥarb (Larangan Meminta Bantuan kepada Orang Musyrik dalam Perang), hadis no. 1647.

Komentar 0