Hadis tentang Jihad dan Hukuman tawanan Perempuan
Hadis
عُثْمَانُ الْبَتِّىُّ عَنْ أَبِى الْخَلِيلِ عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ قَالَ أَصَبْنَا سَبَايَا يَوْمَ أَوْطَاسٍ وَلَهُنَّ أَزْوَاجٌ فِى قَوْمِهِنَّ فَذَكَرُوا ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَنَزَلَتْ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ النِّسَاءِ إِلاَّ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ (راواه الترمذي١١٦٠)[١]
Terjemahan
Dari Utsman al-Batti, dari Abu al-Khalil, dari Abu Sa'id al-Khudri ra., ia berkata: "Kami memperoleh beberapa tawanan perempuan pada hari Perang Authas, sedangkan mereka masih mempunyai suami di kalangan kaumnya. Lalu para sahabat menyebutkan hal itu kepada Rasulullah SAW. Maka turunlah firman Allah Ta'ala: Dan (diharamkan juga atas kamu menikahi) perempuan-perempuan yang bersuami, kecuali hamba sahaya yang kamu miliki.' (HR.al-Tirmidzi : 1160).
Isi kandungan
Hadis ini mengajarkan bahwa dalam setiap tindakan, termasuk peperangan, seorang Muslim
tidak boleh melampaui batas yang telah ditetapkan syariat. Islam melarang kezaliman,
pengkhianatan, dan tindakan yang merugikan pihak yang tidak bersalah. Sikap adil harus tetap
dijaga meskipun sedang menghadapi musuh.
Referensi
At-Tirmidzi, Sunan at-Tirmidzi, Juz 3, Kitab Tafsir, No. 1160, hlm. 90.

Komentar 0