Hadis tentang Jihad di Jalan Allah karena Niat yang Benar
Hadis
عَنْ أَبِى مُوسَى قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - فَقَالَ الرَّجُلُ يُقَاتِلُ حَمِيَّةً وَيُقَاتِلُ شَجَاعَةً وَيُقَاتِلُ رِيَاءً ، فَأَىُّ ذَلِكَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « مَنْ قَاتَلَ لِتَكُونَ كَلِمَةُ اللَّهِ هِىَ الْعُلْيَا ، فَهْوَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ( راواه البخاري ٧٤٨٥)[١]
Terjemahan
Hadis Dari Abu Musa Al-Asy‘ari RA ia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Nabi
Muhammad SAW lalu berkata: “Seseorang berperang karena fanatik (golongan), ada yang karena keberanian, dan ada yang karena ingin dilihat (riya’). Maka manakah yang termasuk di jalan
Allah?” Rasulullah bersabda:
“Barang siapa berperang agar kalimat Allah menjadi yang paling tinggi, maka itulah yang berada
di jalan Allah.” (HR. al-Bukhari: 7485)
Isi kandungan Hadis
Hadis ini menegaskan bahwa nilai suatu perjuangan ditentukan oleh niatnya.
Jihad yang diterima Allah adalah perjuangan yang bertujuan meninggikan agama Allah, bukan
karena ingin dipuji, mencari popularitas, atau fanatisme golongan. Keikhlasan menjadi syarat
utama diterimanya amal.
Referensi
Al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, Juz 4, Kitab al-Jihad, Bab La Hijrah, No. 2825, Beirut: Dar Ibn Kathir, 2002, hlm. 45.

Komentar 0