Hadis tentang Jihad dengan Keberanian di Medan Perang
Hadis
أُخْبِرْتُ أَنَّهُ يَسُبُّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - ، وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَئِنْ رَأَيْتُهُ لاَ يُفَارِقُ سَوَادِى سَوَادَهُ حَتَّى يَمُوتَ الأَعْجَلُ مِنَّا . فَتَعَجَّبْتُ لِذَلِكَ ، فَغَمَزَنِى الآخَرُ فَقَالَ لِى مِثْلَهَا ، فَلَمْ أَنْشَبْ أَنْ نَظَرْتُ إِلَى أَبِى جَهْلٍ يَجُولُ فِى النَّاسِ ، قُلْتُ أَلاَ إِنَّ هَذَا صَاحِبُكُمَا الَّذِى سَأَلْتُمَانِى . فَابْتَدَرَاهُ بِسَيْفَيْهِمَا فَضَرَبَاهُ حَتَّى قَتَلاَهُ ، ثُمَّ انْصَرَفَا إِلَى رَسُولِ اللَّهُ - صلى الله عليه وسلم - فَأَخْبَرَاهُ فَقَالَ « أَيُّكُمَا قَتَلَهُ » . قَالَ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا أَنَا قَتَلْتُهُ . فَقَالَ « هَلْ مَسَحْتُمَا سَيْفَيْكُمَا » . قَالاَ لاَ . فَنَظَرَ فِى السَّيْفَيْنِ فَقَالَ « كِلاَكُمَا قَتَلَهُ » . سَلَبُهُ لِمُعَاذِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْجَمُوحِ . وَكَانَا مُعَاذَ ابْنَ عَفْرَاءَ وَمُعَاذَ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْجَمُوحِ (راواه البخاري ٣١٤١)[١]
Terjemahan
"Aku diberi tahu bahwa Abu Jahal mencaci Rasulullah SAW. Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, jika aku melihatnya, maka bayanganku tidak akan berpisah dari bayangannya hingga salah seorang dari kami yang lebih dahulu mati.'Aku merasa heran mendengar perkataan itu. Kemudian pemuda yang satunya lagi memberi isyarat kepadaku dan berkata seperti itu pula. Tidak lama kemudian aku melihat Abu Jahal berjalan di tengah-tengah orang banyak. Aku berkata, 'Ketahuilah, itulah orang yang kalian tanyakan kepadaku.'Maka keduanya segera menyerangnya dengan pedang mereka dan memukulnya hingga terbunuh. Setelah itu mereka datang kepada Rasulullah SAW dan mengabarkan kejadian tersebut. Beliau bertanya, 'Siapakah di antara kalian yang membunuhnya?'Masing-masing menjawab, 'Aku yang membunuhnya.'Beliau bertanya lagi, 'Apakah kalian sudah membersihkan pedang kalian?'Mereka menjawab, 'Belum.' Lalu Rasulullah SAW melihat kedua pedang tersebut dan bersabda, 'Kalian berdua telah membunuhnya.'Kemudian barang rampasan (salab) Abu Jahal diberikan kepada Mu'adz bin 'Amr bin al-Jamuh. Adapun kedua pemuda itu adalah Mu'adz bin 'Afra' dan Mu'adz bin 'Amr bin al-Jamuh.(HR. al-Bukhari: 3141)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini mengajarkan pentingnya keberanian, keteguhan hati, dan semangat juang dalam
membela agama Allah. Seorang Muslim dituntut untuk tidak takut menghadapi kesulitan ketika
berada di jalan yang benar. Keberanian harus disertai dengan keimanan, kesabaran, dan
keyakinan bahwa pertolongan Allah selalu menyertai hamba-Nya yang ikhlas. Selain itu, hadis
ini menunjukkan bahwa kemenangan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan fisik, tetapi juga
oleh kekuatan iman dan keteguhan hati.
Referensi
- Al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, Juz 4, Kitab al-Maghazi, No. 3141, hlm. 210.

Komentar 0