40 HADIS DOA IFTITAH

KTI

Selamat Datang di Aplikasi 40 Hadis Do'a Iftitah

Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Alhamdulillahirabbil 'alamin, segala puji bagi Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga aplikasi 40 hadis Iftitah ini dapat diselesaikan dengan baik. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya. Aplikasi ini hadir sebagai media pembelajaran yang bertujuan memudahkan pengguna dalam mempelajari hadis-hadis tentang doa iftitah secara praktis, mudah dipahami, dan dapat diakses kapan saja. Kami berharap aplikasi ini dapat menjadi sarana untuk menambah wawasan, meningkatkan kecintaan terhadap sunnah Rasulullah SAW, serta mendorong pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari. Kami menyadari bahwa aplikasi ini masih memiliki kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi pengembangan aplikasi ini di masa mendatang. Semoga aplikasi 40 hadis Iftitah ini bermanfaat dan menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat dalam pembuatannya. Wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Tentang Penulis

M. iwang naldi

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

15 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Doa Iftitah dengan Tauhid

Disusun oleh: M. iwang naldi (@iwangnaldi) · Bagian dari 40 HADIS DOA IFTITAH

Hadis

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ قَالَ اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ. (رواه النسائي: ٥٩٠٤)

Terjemahan

Hadis dari Abdullah (Ibnu Mas‘ud) RA, ia berkata: Nabi SAW apabila berdiri untuk salat, ia membaca: “ya Allah, bagi-Mu segala puji, Allah adalah cahaya langit dan bumi dan siapa saja yang ada di dalamnya.” (HR al-Nasa’i: 5904)

Isi kandungan

Hadis ini terlihat singkat, tapi justru itu poinnya: pembukaan salat dimulai dengan pengakuan bahwa Allah adalah an-Nūr (cahaya) sumber petunjuk dan keteraturan seluruh alam. Artinya, sebelum membaca apa pun, seorang hamba harus menyadari bahwa ia sedang berdiri di hadapan sumber kebenaran itu sendiri. Kalau kesadaran ini tidak ada, bacaan panjang sekalipun jadi formalitas. Masalahnya sering bukan kurangnya lafaz, tapi kosongnya makna saat diucapkan.

Komentar 0