40 HADIS DOA IFTITAH

KTI

Selamat Datang di Aplikasi 40 Hadis Do'a Iftitah

Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Alhamdulillahirabbil 'alamin, segala puji bagi Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga aplikasi 40 hadis Iftitah ini dapat diselesaikan dengan baik. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya. Aplikasi ini hadir sebagai media pembelajaran yang bertujuan memudahkan pengguna dalam mempelajari hadis-hadis tentang doa iftitah secara praktis, mudah dipahami, dan dapat diakses kapan saja. Kami berharap aplikasi ini dapat menjadi sarana untuk menambah wawasan, meningkatkan kecintaan terhadap sunnah Rasulullah SAW, serta mendorong pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari. Kami menyadari bahwa aplikasi ini masih memiliki kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi pengembangan aplikasi ini di masa mendatang. Semoga aplikasi 40 hadis Iftitah ini bermanfaat dan menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat dalam pembuatannya. Wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Tentang Penulis

M. iwang naldi

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

15 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Doa Iftitah dengan Permohonan Hidayah

Disusun oleh: M. iwang naldi (@iwangnaldi) · Bagian dari 40 HADIS DOA IFTITAH

Hadis

عَنْ عَلِيٍّ، قَالَ: قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: قُلِ اللَّهُمَّ اهْدِنِي وَسَدِّدْنِي، وَاذْكُرْ بِالْهُدَى هِدَايَتَكَ الطَّرِيقَ، وَالسَّدَادَ سَدَادَ السَّهْمِ. (رواه مسلم: ٥۸٣١) 

Terjemahan

Hadis dari Ali RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda kepadaku: “ucapkanlah: ya Allah berilah aku petunjuk dan luruskanlah aku. dan ingatlah dengan kata petunjuk itu seperti petunjuk jalan, dan dengan kelurusan itu seperti lurusnya anak panah.” (HR Muslim: 5831)

Isi kandungan

Hadis ini menunjukkan bahwa doa iftitah dengan permohonan hidayah tidak berhenti pada permintaan abstrak, tetapi mengandung konsep operasional tentang bagaimana hidayah itu bekerja, yaitu sebagai petunjuk jalan (hudā al-ṭarīq) dan ketepatan arah (sadād) yang diibaratkan seperti lurusnya anak panah menuju sasaran; ini berarti hidayah dalam perspektif hadis bukan hanya soal mengetahui kebenaran, tetapi juga kemampuan untuk tetap konsisten dan tepat dalam mengamalkannya tanpa melenceng, sehingga doa ini membangun dua dimensi sekaligus: kognitif (mengetahui jalan yang benar) dan praksis (ketepatan dalam menempuhnya); selain itu, penempatan doa ini dalam konteks salat menegaskan bahwa sebelum seorang hamba membaca Al-Qur’an, ia terlebih dahulu menyadari keterbatasannya dalam memahami dan mengamalkan kebenaran tanpa bimbingan Allah, sehingga doa ini berfungsi sebagai pengakuan ketergantungan total terhadap hidayah ilahi sekaligus sebagai koreksi terhadap kecenderungan manusia yang merasa sudah “tahu jalan” tetapi sebenarnya sering melenceng dalam praktiknya.

Komentar 0