Hadis tentang Sifat Tamak Manusia dan Penerimaan Taubat
Hadis
عَنْ عَطَاءٍ، قَالَ: سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «لَوْ كَانَ لِابْنِ آدَمَ وَادِيَانِ مِنْ مَالٍ لَابْتَغَى ثَالِثًا، وَلَا يَمْلَأُ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلَّا التُّرَابُ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ. (رواه البخاري: ٦٠٧٢).[1]
Terjemahan
Hadis dari ‘Atha’, ia berkata: Aku mendengar Ibnu Abbas r.a. berkata: Aku mendengar Nabi SAW bersabda, “Seandainya anak Adam memiliki dua lembah penuh harta, niscaya ia akan mencari lembah yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam selain tanah (ketika ia telah meninggal dunia). Dan Allah SWT menerima taubat orang yang bertaubat.” (HR Bukhari: 6072).
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa tabiat manusia cenderung memiliki sifat tamak dan tidak mudah merasa puas terhadap harta dunia. Keinginan tersebut baru berakhir ketika manusia meninggal dunia. Namun demikian, Allah SWT tetap membuka pintu tobat bagi siapa saja yang menyadari kesalahannya dan kembali kepada-Nya. Hadis ini mengajarkan agar manusia tidak terjebak dalam kecintaan berlebihan terhadap dunia serta senantiasa memperbaiki diri dengan tobat.
Referensi
- Muhammad bin Ismail al-Bukhari, Shahih al-Bukhari, edisi ke-5 (Beirut: Dar Al-kutub Al-Ilmiyah, 2007), h. 355.

Komentar 0