Hadis tentang Merajalelanya Harta dan Kehilangan Kejujuran
Hadis
عَنْ عَمْرِو بْنِ تَغْلِبَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يَفْشُوَ الْمَالُ وَيَكْثُرَ وَتَفْشُوَ التِّجَارَةُ وَيَظْهَرَ الْعِلْمُ وَيَبِيعَ الرَّجُلُ الْبَيْعَ فَيَقُولَ لَا حَتَّى أَسْتَأْمِرَ تَاجِرَ بَنِي فُلَانٍ وَيُلْتَمَسَ فِي الْحَيِّ الْعَظِيمِ الْكَاتِبُ فَلَا يُوجَدُ .(رواه النسائي: ٤٤٦٨)[١]
Terjemahan
Hadis dari ‘Amr bin Taghlib, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya diantara tanda-tanda hari kiamat adalah semakin banyaknya harta dan menyebarnya perdagangan, munculnya pengetahuan, seseorang menjual barang dan berkata, jangan engkau jual hingga aku meminta pertimbangan penjual dari Bani Fulan dan dicari seorang penulis yang adal disuatu kampung yang besar namun tidak ditemukan. (HR al-Nasa’i: 4468)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa salah satu tanda akhir zaman ialah semakin banyaknya harta dan menyebarnya perdagangan, pada masa itu perdagangan akan menjadi mata pencarian yang paling banyak orang lakukan. Namun bukan tanpa dampak, meluasnya perdagangan bisa menimbulkan ketamakan, persaingan yang tidak sehat serta kelalaian dalam beribadah apabila tidak dikendalikan dengan nilai nilai agama. Pada akhir zaman banyak manusia yang berdagang dengan terlalu bergantung pada prinsip prinsip orang luar, tanpa mempertimbangkan prinsip islam. Kemudian hilangnya para ulama sebagai panutan umat, pada masa itu peradaban semakin maju namun sedikitnya orang
berilmu.
Referensi
- Sunan An-Nasa'i, Kitab Al-Buyū', Bab Kasrah at-Tijārah (banyaknya aktivitas perdagangan), hadis no. 4468.

Komentar 0