Hadis tentang Madinah Akan Menyingkirkan Orang-Orang Buruk di Akhir Zaman
Hadis
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ يَأْتِى عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَدْعُو الرَّجُلُ ابْنَ عَمِّهِ وَقَرِيبَهُ هَلُمَّ إِلَى الرَّخَاءِ هَلُمَّ إِلَى الرَّخَاءِ وَالْمَدِينَةُ خَيْرٌ لَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لاَ يَخْرُجُ مِنْهُمْ أَحَدٌ رَغْبَةً عَنْهَا إِلاَّ أَخْلَفَ اللَّهُ فِيهَا خَيْرًا مِنْهُ أَلاَ إِنَّ الْمَدِينَةَ كَالْكِيرِ تُخْرِجُ الْخَبِيثَ لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَنْفِىَ الْمَدِينَةُ شِرَارَهَا كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ (رواه مسلم: ٣٤١٨)[١]
Terjemahan
Hadis dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: Akan datang suatu masa kepada manusia, di mana seseorang memanggil sepupunya dan kerabatnya, Mari ke tempat yang makmur, mari ke tempat yang makmur.’ Padahal, Madinah lebih baik bagi mereka, jika mereka mengetahui. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang keluar dari Madinah karena tidak menyukainya, melainkan Allah akan menggantikan tempatnya dengan orang yang lebih baik darinya. Ketahuilah, sesungguhnya Madinah itu seperti tungku api, yang mengeluarkan kotoran (dari logam). Tidak akan terjadi kiamat sampai Madinah mengeluarkan orang-orang jahatnya, sebagaimana tungku api mengeluarkan kotoran besi. (HR Muslim: 3418)
isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa di akhir zaman akan terjadi fenomena peralihan manusia dari kota Madinah ke tempat-tempat yang dianggap lebih makmur dan nyaman secara duniawi. Akan tetapi, Rasulullah menegaskan bahwa Madinah tetap lebih baik, meskipun tampaknya tidak semegah tempat lain. Pada masa itu Madinah akan menyaring penduduknya, dan mengeluarkan orang-orang yang tidak layak tinggal di dalamnya, sebagaimana tungku api (al-kir) yang memisahkan besi murni dari kotorannya.Ini adalah perumpamaan bahwa Madinah akan selalu dijaga kesuciannya dan hanya dihuni oleh orang-orang yang Allah kehendaki dalam kebaikan.
Referensi
- Sahih Muslim, Kitab Al-Ḥajj, Bab Al-Madīnah Tanfī Khabathahā, hadis no. 3418.

Komentar 0