40 HADIS TASYAHUD

KTI

Selama datang di aplikasi 40 Hadis tasyahud

Silahkan telusuri aplikasi ini untuk menemukan beragam ilmu yang bermanfaat

Tentang Penulis

Anton

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

10 Materi Inti

Kumpulan materi kajian tematik, teks Arab, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang bacaan Tasyahud dari Ibnu Mas’ud

Disusun oleh: Anton (@Anton) · Bagian dari 40 HADIS TASYAHUD

*Hadis

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قال: عَلَّمَنِي رَسُولُ اللَّهِ ﷺ التَّشَهُّدَ، وَكَفِّي بَيْنَ كَفَّيْهِ، كَمَا يُعَلِّمُنِي السُّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ، التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ، وَالصَّلَوَاتُ، وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ (رواه البخاري: 5910)

Terjemahan

hadis dari Ibnu Mas’ud, ia berkata: Rasulullah SAW mengajariku tasyahud, dalam keadaan telapak tanganku berada diantara dua telapak tangan beliau, sebagaimana ia mengajariku surat al-Qur’an: Semua salam/keselamatan   milik    Allah,   demikian   pula   shalawat (doa-doa pengagungan  kepada  Allah  subhanahu  wata’ala)  salam kesejahteraan atasmu wahai Nabi, rahmat Allah subhanahu wata’ala dan keberkahan-Nya.  Salam  kesejahteraan  atas  kami  dan  atas  hamba-hamba  Allah  yang saleh.  Aku  bersaksi  bahwasanya  tidak  ada  sesemabahan  yang  berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwasannya Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. (HR. al-Bukhari: 5910)

Isi kandungan

hadis ini menjelaskan  bacaan penting dalam salat yang diajarkan langsung oleh Rasulullah kepada sahabat dengan penuh perhatian dan ketelitian. Hadis ini menegaskan ajaran tauhid bahwa segala penghormatan, ibadah, dan doa hanya ditujukan kepada Allah. Selain itu, terdapat pengakuan bahwa Nabi Muhammad adalah hamba dan utusan Allah yang wajib diikuti. Hadis ini juga mengajarkan untuk mendoakan Nabi, diri sendiri, dan seluruh hamba Allah yang saleh sebagai bentuk persaudaraan dan kepedulian dalam Islam.

*Hadis

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قال:كُنَّا إِذَا صَلَّيْنَا خَلْفَ النَّبِيِّ ﷺ نَقُولُ: السَّلَامُ عَلَى جِبْرِيلَ وَمِيكَائِيلَ، السَّلَامُ عَلَى فُلَانٍ وَفُلَانٍ. فَالْتَفَتَ إِلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ، فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ هُوَ السَّلَامُ، فَإِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ: التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ، وَالصَّلَوَاتُ، وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، فَإِنَّكُمْ إِذَا قُلْتُمُوهَا أَصَابَتْ كُلَّ عَبْدٍ لِلَّهِ صَالِحٍ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُ (رواه البخاري:٧٩٧)

Terjemahan

hadis dari Abdullah bin Mas‘ud berkata: dahulu, ketika kami shalat di belakang Rasulullah SAW kami biasa mengucapkan, "Salam atas Jibril dan Mikail, salam atas si fulan dan si fulan." Maka Rasulullah SAW pun menoleh kepada kami dan bersabda, "Sesungguhnya Allah adalah As-Salam (Yang Maha Sejahtera). Apabila salah seorang dari kalian salat, hendaklah ia mengucapkan: Segala penghormatan, shalawat, dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan tercurah kepadamu wahai Nabi, beserta rahmat Allah dan berkah-Nya. Semoga keselamatan tercurah kepada kami dan kepada semua hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya." Kemudian Nabi SAW menambahkan, "Sesungguhnya jika kalian mengucapkan doa tersebut, maka doa itu akan sampai kepada setiap hamba Allah yang saleh di langit dan di bumi. (HR. al-Bukhari: 797) 

Isi kandungan

Hadis ini menjelaskan tentang Rasulullah SAW yang mengajarkan tasyahhud dengan penuh perhatian, bahkan Abdullah bin Mas'ud mengumpamakannya seperti mengajarkan surah Al-Qur'an. Saat mengajarkan, telapak tangan Rasulullah SAW berada di antara telapak tangan Abdullah bin Mas'ud, menunjukkan kedekatan dan kesungguhan dalam menyampaikan ilmu ini. Hadis ini menunjukkan pentingnya tasyahhud dalam shalat dan bagaimana Rasulullah SAW mengajarkannya secara langsung kepada para sahabatnya dengan penuh perhatian. Bacaan tasyahhud ini berisi pujian kepada Allah, salam kepada Nabi Muhammad SAW, doa untuk diri sendiri dan seluruh hamba Allah yang saleh, serta pengakuan terhadap keesaan Allah dan kerasulan Muhammad SAW.

* Hadis

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه قال: كُنَّا إِذَا كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ ﷺ فِي الصَّلَاةِ نَقُولُ: السَّلَامُ عَلَى اللَّهِ مِنْ عِبَادِهِ، السَّلَامُ عَلَى فُلَانٍ وَفُلَانٍ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: لَا تَقُولُوا: السَّلَامُ عَلَى اللَّهِ، فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ السَّلَامُ، وَلَكِنْ قُولُوا: التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ، وَالصَّلَوَاتُ، وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، فَإِنَّكُمْ إِذَا قُلْتُمُوهَا أَصَابَتْ كُلَّ عَبْدٍ فِي السَّمَاءِ، أَوْ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، ثُمَّ لِيَتَخَيَّرْ مِنَ الدُّعَاءِ أَعْجَبَهُ إِلَيْهِ، فَيَدْعُوه (رواه البخاري:٨٠٠) 

Terjemahan

hadis dari Abdullah bin Mas‘ud RA, ia berkata: dahulu, ketika kami shalat bersama Nabi SAW, kami biasa mengucapkan, "Salam atas Allah dari hamba-hamba-Nya. Salam atas si fulan dan si fulan." Maka Rasulullah SAWbersabda: "Janganlah kalian mengatakan ‘Salam atas Allah,’ karena sesungguhnya Allah adalah As-Salam (Maha Sejahtera), tetapi katakanlah: Segala penghormatan, shalawat, dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan tercurah atasmu wahai Nabi, beserta rahmat Allah dan keberkahan-Nya. Semoga keselamatan tercurah atas kami dan atas semua hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Sesungguhnya jika kalian mengucapkannya, maka doa itu akan sampai kepada setiap hamba Allah yang saleh yang berada di langit atau di antara langit dan bumi. Setelah itu, hendaklah masing-masing dari kalian memilih doa yang paling disukainya, lalu memanjatkannya kepada Allah. (HR. al-Bukhari: 800) 

Isi kandungan

Hadis ini menjelaskan tentang koreksi yang diberikan oleh Rasulullah SAW terhadap praktik sebagian sahabat dalam mengucapkan salam saat salat. Awalnya, para sahabat terbiasa mengucapkan salam secara khusus kepada para malaikat seperti Jibril dan Mikail, serta kepada orang-orang saleh tertentu. Namun, Rasulullah SAW meluruskan pemahaman ini dengan menyatakan bahwa Allah adalah As-Salam, Sang Maha Pemberi Keselamatan. Nabi SAW kemudian mengajarkan bacaan tasyahhud yang seharusnya diucapkan dalam salat, yang meliputi pujian kepada Allah (At-Tahiyyat), doa (As Salawat), dan segala kebaikan (At-Tayyibat), salam kepada Nabi Muhammad SAW, serta salam bagi diri sendiri dan seluruh hamba Allah yang saleh. Lebih lanjut, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa keutamaan bacaan tasyahhud ini adalah bahwa ia akan mencakup seluruh hamba Allah yang saleh di langit dan di bumi. Dengan demikian, hadis ini mengajarkan pentingnya mengikuti tuntunan Rasulullah SAW dalam beribadah, mengesakan Allah dalam segala bentuk penghormatan, dan bahwa doa serta salam yang dipanjatkan dalam tasyahhud memiliki jangkauan yang luas, meliputi seluruh kaum muslimin yang saleh.

* Hadis

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه قال: كُنَّا نَقُولُ التَّحِيَّةَ فِي الصَّلَاةِ، وَنُسَمِّي، وَيُسَلِّمُ بَعْضُنَا عَلَى بَعْضٍ، فَسَمِعَهُ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ، فَقَالَ: قُولُوا: التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ، وَالصَّلَوَاتُ، وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ، وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا، وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، فَإِنَّكُمْ إِذَا فَعَلْتُمْ ذَٰلِكَ، فَقَدْ سَلَّمْتُمْ عَلَى كُلِّ عَبْدٍ لِلَّهِ صَالِحٍ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ." (رواه البخاري:١١٤٤)

Terjemahan

hadis dari Abdullah bin Mas‘ud RA, ia berkata: dahulu, kami biasa mengucapkan penghormatan (tahiyyat) dalam shalat, menyebut-nyebut nama, dan sebagian dari kami mengucapkan salam kepada yang lain, lalu Rasulullah SAW mendengar hal itu, maka beliau bersabda, “Ucapkanlah: Segala penghormatan, shalawat, dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan tercurah atasmu, wahai Nabi, beserta rahmat Allah dan keberkahan-Nya. Semoga keselamatan tercurah atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Sesungguhnya jika kalian mengucapkan hal itu, maka kalian telah mengucapkan salam kepada setiap hamba Allah yang saleh di langit dan di bumi. (HR. al-Bukhari: 1144) 

Isi kandungan

Hadis ini menjelaskan bahwa Rasulullah mengajarkan tata cara tasyahud yang benar dalam salat dan melarang ucapan yang tidak sesuai di dalamnya. Hadis ini menegaskan bahwa segala bentuk penghormatan, doa, dan kebaikan hanya ditujukan kepada Allah sebagai bentuk penguatan tauhid. Selain itu, tasyahud mengandung doa keselamatan untuk Nabi, diri sendiri, dan seluruh hamba Allah yang saleh, baik di langit maupun di bumi. Hadis ini juga menunjukkan bahwa salat mengajarkan adab, persaudaraan, dan kebersamaan antar sesama umat Islam melalui doa yang mencakup seluruh orang saleh.

* Hadis

 عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍقَالَ:كُنَّا إِذَا صَلَّيْنَا مَعَ النَّبِيِّ ﷺ قُلْنَا: السَّلَامُ عَلَى اللَّهِ قَبْلَ عِبَادِهِ، السَّلَامُ عَلَى جِبْرِيلَ، السَّلَامُ عَلَى مِيكَائِيلَ، السَّلَامُ عَلَى فُلَانٍ وَفُلَانٍ. فَلَمَّا انْصَرَفَ النَّبِيُّ ﷺ أَقْبَلَ عَلَيْنَا بِوَجْهِهِ فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ هُوَ السَّلَامُ، فَإِذَا جَلَسَ أَحَدُكُمْ فِي الصَّلَاةِ فَلْيَقُلْ: التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ، وَالصَّلَوَاتُ، وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَىٰ عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، فَإِنَّهُ إِذَا قَالَ ذَٰلِكَ أَصَابَ كُلَّ عَبْدٍ صَالِحٍ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، ثُمَّ لِيَتَخَيَّرْ بَعْدُ مِنَ الدُّعَاءِ مَا شَاء (رواه البخاري: ٥٨٧٦)

Terjemahan

hadis dari Abdullah bin Mas‘ud, ia berkata: dahulu, ketika kami shalat bersama Nabi SAW, kami biasa mengucapkan, “Salam atas Allah sebelum hamba-hamba-Nya, salam atas Jibril, salam atas Mikail, salam atas si fulan dan si fulan.” Maka setelah Nabi SAW selesai dari salatnya, beliau menoleh kepada kami dengan wajahnya dan bersabda, “Sesungguhnya Allah adalah As-Salam (Maha Sejahtera). Maka apabila salah seorang dari kalian duduk dalam salat (yakni pada tasyahhud), hendaklah ia mengucapkan: Segala penghormatan, salawat, dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan tercurah atasmu, wahai Nabi, beserta rahmat Allah dan keberkahan-Nya. Semoga keselamatan tercurah atas kami dan atas semua hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Sesungguhnya jika seseorang mengucapkannya, maka ia telah memberi salam kepada setiap hamba Allah yang saleh, baik yang ada di langit maupun di bumi. Setelah itu, hendaklah ia memilih dari doa-doa yang ia kehendaki untuk dipanjatkan. (HR. al-Bukhari: 5876) 

Isi  kandungan

Hadis ini menjelaskan bahwa Rasulullah mengajarkan adab dan bacaan tasyahud yang benar dalam salat. Pada awalnya para sahabat mengucapkan salam kepada Allah, malaikat, dan orang-orang tertentu ketika duduk dalam salat. Namun Nabi menjelaskan bahwa Allah adalah As-Salām (Maha Sejahtera) sehingga tidak tepat mengucapkan salam kepada Allah sebagaimana salam kepada makhluk. Karena itu, Rasulullah mengarahkan bacaan tasyahud yang benar.Hadis ini juga mengandung penguatan akidah tauhid, yaitu bahwa segala penghormatan, doa, dan kebaikan hanya ditujukan kepada Allah. Pada bagian tasyahud terdapat pengakuan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Nabi Muhammad adalah hamba sekaligus utusan Allah, sehingga menjadi dasar keimanan seorang Muslim

*Hadis

عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: عَلَّمَنِي رَسُولُ اللَّهِ ﷺ وَكَفِّي بَيْنَ كَفَّيْهِ التَّشَهُّدَ، كَمَا يُعَلِّمُنِي السُّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ: التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ، وَالصَّلَوَاتُ، وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ، وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَىٰ عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُه (رواه البخاري:٥٩١٠)

Terjemahan

hadis dari Abdullah bin Mas‘ud, ia berkata: Rasulullah SAW mengajariku bacaan tasyahhud, sedangkan telapak tanganku berada di antara kedua telapak tangan beliau, sebagaimana beliau mengajarkan kepadaku suatu surat dari al-Qur’an. Bacaan itu adalah: "Segala penghormatan, salawat, dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan tercurah atasmu, wahai Nabi, beserta rahmat Allah dan keberkahan-Nya. Semoga keselamatan tercurah atas kami dan atas seluruh hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. (HR. al-Bukhari: 5910)

Isi kandungan

Hadis ini menjelaskan bahwa Rasulullah mengajarkan bacaan tasyahud dengan sangat serius dan penuh perhatian kepada sahabat. Hal ini terlihat dari cara beliau mengajar Ibnu Mas‘ud dengan memegang tangannya dan mengajarkannya sebagaimana mengajarkan ayat-ayat Al-Qur’an. Ini menunjukkan bahwa bacaan tasyahud memiliki kedudukan penting dalam salat dan harus dipelajari dengan benar.

*Hadis

قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍكُنَّا إِذَا صَلَّيْنَا خَلْفَ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - قُلْنَا السَّلاَمُ عَلَى جِبْرِيلَ وَمِيكَائِيلَ ، السَّلاَمُ عَلَى فُلاَنٍ وَفُلاَنٍ . فَالْتَفَتَ إِلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَقَالَ « إِنَّ اللَّهَ هُوَ السَّلاَمُ ، فَإِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلِ التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ ، وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ . فَإِنَّكُمْ إِذَا قُلْتُمُوهَا أَصَابَتْ كُلَّ عَبْدٍ لِلَّهِ صَالِحٍ فِى السَّمَاءِ وَالأَرْضِ ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ (رواه البخاري:٨٣١)

Terjemahan

hadis dari Abdullah bin Mas‘ud, ia berkata: dahulu, ketika kami shalat di belakang Nabi SAW, kami biasa mengucapkan, "Salam atas Jibril dan Mikail, salam atas si fulan dan si fulan." Maka Rasulullah SAW menoleh kepada kami dan bersabda, "Sesungguhnya Allah adalah As-Salām (Maha Sejahtera). Maka apabila salah seorang dari kalian salat, hendaklah ia mengucapkan: 'Segala penghormatan, salawat, dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan tercurah atasmu, wahai Nabi, beserta rahmat Allah dan keberkahan-Nya. Semoga keselamatan tercurah atas kami dan atas semua hamba Allah yang saleh.' Karena sesungguhnya jika kalian mengucapkannya, maka doa itu akan sampai kepada setiap hamba Allah yang saleh di langit dan di bumi. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya." (HR. al-Bukhari: 831)

Isi kandungan

Hadis ini menjelaskan  tata cara tasyahud yang benar dalam salat. Pada awalnya para sahabat mengucapkan salam kepada malaikat dan orang-orang tertentu ketika duduk dalam salat. Namun Nabi meluruskan bacaan tersebut dan mengajarkan bacaan tasyahud yang sesuai agar ibadah dilakukan berdasarkan tuntunan beliau.Selain itu, hadis ini mengajarkan pentingnya mendoakan Nabi, diri sendiri, dan seluruh hamba Allah yang saleh. Ketika membaca “Assalāmu ‘alainā wa ‘alā ‘ibādillāhiṣ-ṣāliḥīn”, doa tersebut mencakup seluruh orang saleh baik yang berada di langit maupun di bumi. Ini menunjukkan nilai persaudaraan dan kepedulian dalam Islam.

*Hadis

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ ابْنِ مَسْعُودٍقَالَ كُنَّا إِذَا كُنَّا مَعَ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - فِى الصَّلاَةِ قُلْنَا السَّلاَمُ عَلَى اللَّهِ مِنْ عِبَادِهِ ، السَّلاَمُ عَلَى فُلاَنٍ وَفُلاَنٍ . فَقَالَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - « لاَ تَقُولُوا السَّلاَمُ عَلَى اللَّهِ . فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ السَّلاَمُ ، وَلَكِنْ قُولُوا التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ ، وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ . فَإِنَّكُمْ إِذَا قُلْتُمْ أَصَابَ كُلَّ عَبْدٍ فِى السَّمَاءِ أَوْ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ، ثُمَّ يَتَخَيَّرُ مِنَ الدُّعَاءِ أَعْجَبَهُ إِلَيْهِ فَيَدْعُو (رواه البخاري:٨٣٥)

Terjemahan

hadis dari Abdullah bin Mas‘ud, ia berkata: dahulu, ketika kami bersama Nabi SAW dalam salat, kami biasa mengucapkan, "Salam atas Allah dari hamba-hamba-Nya, salam atas si fulan dan si fulan. Maka Nabi SAW bersabda, "Janganlah kalian mengatakan 'Salam atas Allah', karena sesungguhnya Allah adalah As-Salām (Yang Maha Sejahtera). Akan tetapi, ucapkanlah: Segala penghormatan, salawat, dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan tercurah atasmu, wahai Nabi, beserta rahmat Allah dan berkah-Nya. Semoga keselamatan tercurah atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang saleh. Karena sesungguhnya jika kalian mengucapkannya, maka salam itu akan sampai kepada setiap hamba (Allah) yang berada di langit atau di antara langit dan bumi. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Setelah itu, hendaklah seseorang memilih dari doa-doa yang ia sukai, lalu memanjatkannya. (HR. al-Bukhari: 835)

Isi kandungan

Hadis ini menjelakan bahwa Rasulullah mengajarkan adab dan bacaan yang benar dalam tasyahud saat salat. Para sahabat sebelumnya mengucapkan “Salam atas Allah”, namun Nabi melarang hal tersebut karena Allah adalah As-Salām (Yang Maha Sejahtera) dan tidak membutuhkan doa keselamatan dari hamba-Nya. Dari sini dipahami bahwa dalam ibadah, setiap bacaan harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah.dis ini mengajarkan pentingnya mendoakan Nabi, diri sendiri, dan seluruh hamba Allah yang saleh. Bacaan “Assalāmu ‘alainā wa ‘alā ‘ibādillāhiṣ-ṣāliḥīn” menunjukkan bahwa doa seorang Muslim tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga mencakup seluruh orang saleh di langit dan di bumi sebagai bentuk persaudaraan dan kasih sayang dalam Islam.

*Hadis

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ - رضى الله عنه - قَالَ كُنَّا نَقُولُ التَّحِيَّةُ فِى الصَّلاَةِ وَنُسَمِّى ، وَيُسَلِّمُ بَعْضُنَا عَلَى بَعْضٍ ، فَسَمِعَهُ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - فَقَالَ « قُولُوا التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ، فَإِنَّكُمْ إِذَا فَعَلْتُمْ ذَلِكَ فَقَدْ سَلَّمْتُمْ عَلَى كُلِّ عَبْدٍ لِلَّهِ صَالِحٍ فِى السَّمَاءِ وَالأَرْضِ (رواه البخاري:١٢٠٢)

Terjemahan

hadis dari Abdullah bin Mas‘ud, ia berkata: dahulu kami biasa mengucapkan salam dalam shalat, dengan menyebut nama-nama tertentu, dan saling memberi salam satu sama lain. Ketika Rasulullah SAW mendengarnya, beliau berkata, "Katakanlah: 'Segala penghormatan, salawat, dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan tercurah atasmu, wahai Nabi, beserta rahmat Allah dan keberkahan-Nya. Semoga keselamatan tercurah atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.' Karena sesungguhnya apabila kalian mengucapkannya, maka kalian telah memberi salam kepada setiap hamba Allah yang saleh di langit dan di bumi. (HR. al-Bukhari: 1202) 

Isi kandungan

Hadis ini menjelakan bahwa Rasulullah mengajarkan tata cara dan bacaan tasyahud yang benar dalam salat. Sebelum diajarkan, para sahabat terbiasa mengucapkan salam dengan menyebut nama orang tertentu ketika salat. Namun Nabi meluruskan cara tersebut agar bacaan dalam salat lebih sesuai dengan tujuan ibadah dan tuntunan syariat.adis ini mengajarkan adab berdoa dan nilai persaudaraan dalam Islam. Dalam bacaan tasyahud terdapat doa keselamatan untuk Nabi, diri sendiri, dan seluruh hamba Allah yang saleh. Hal ini menunjukkan bahwa seorang Muslim diajarkan untuk tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga mendoakan sesama.

*Hadis

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍقَالَ كُنَّا إِذَا صَلَّيْنَا مَعَ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - قُلْنَا السَّلاَمُ عَلَى اللَّهِ قَبْلَ عِبَادِهِ ، السَّلاَمُ عَلَى جِبْرِيلَ ، السَّلاَمُ عَلَى مِيكَائِيلَ ، السَّلاَمُ عَلَى فُلاَنٍ ، فَلَمَّا انْصَرَفَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - أَقْبَلَ عَلَيْنَا بِوَجْهِهِ فَقَالَ « إِنَّ اللَّهَ هُوَ السَّلاَمُ ، فَإِذَا جَلَسَ أَحَدُكُمْ فِى الصَّلاَةِ فَلْيَقُلِ التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ ، وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ . فَإِنَّهُ إِذَا قَالَ ذَلِكَ أَصَابَ كُلَّ عَبْدٍ صَالِحٍ فِى السَّمَاءِ وَالأَرْضِ ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ . ثُمَّ يَتَخَيَّرْ بَعْدُ مِنَ الْكَلاَمِ مَا شَاءَ  (رواهالبخاري: ٦٢٣٠)

Terjemahan

hadis dari Abdullah bin Mas‘ud, ia berkata: dahulu, ketika kami salat bersama Nabi SAW, kami mengucapkan, "Salam atas Allah sebelum hamba-hamba-Nya, salam atas Jibril, salam atas Mikail, salam atas si fulan dan si fulan." Ketika Nabi SAW selesai dari shalat, beliau menoleh kepada kami dan bersabda, "Sesungguhnya Allah adalah As-Salām (Maha Sejahtera). Maka apabila salah seorang di antara kalian duduk dalam salat, hendaklah ia mengucapkan: 'Segala penghormatan, salawat, dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan tercurah atasmu, wahai Nabi, beserta rahmat Allah dan keberkahan-Nya. Semoga keselamatan tercurah atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang saleh.' Karena sesungguhnya apabila kalian mengucapkannya, maka salam itu akan sampai kepada setiap hamba Allah yang saleh di langit dan di bumi. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.' Setelah itu, hendaklah seseorang memilih dari kata-kata (doa) yang ia sukai dan berdoa. (HR. al-Bukhari: 6230)

Isi kandungan

Hadis ini menjelaskan bahwa Rasulullah mengajarkan adab dan bacaan tasyahud yang benar dalam salat. Para sahabat sebelumnya mengucapkan salam kepada Allah, malaikat, dan orang-orang tertentu ketika salat. Namun Nabi menjelaskan bahwa Allah adalah As-Salām (Maha Sejahtera) sehingga tidak tepat mengucapkan salam kepada Allah seperti kepada makhluk. Oleh karena itu, beliau mengajarkan bacaan tasyahud yang sesuai.bahwa Rasulullah mengajarkan adab dan bacaan tasyahud yang benar dalam salat. Para sahabat sebelumnya mengucapkan salam kepada Allah, malaikat, dan orang-orang tertentu ketika salat. Namun Nabi menjelaskan bahwa Allah adalah As-Salām (Maha Sejahtera) sehingga tidak tepat mengucapkan salam kepada Allah seperti kepada makhluk. Oleh karena itu, beliau mengajarkan bacaan tasyahud yang sesuai.

*Hadis

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ ابْنَ مَسْعُودٍ يَقُولُ عَلَّمَنِى رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - وَكَفِّى بَيْنَ كَفَّيْهِ التَّشَهُّدَ ، كَمَا يُعَلِّمُنِى السُّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ . (رواه البخاري: ٦٢٦٥)


Terjemahan

hadis dari Abdullah bin Mas‘ud berkata: Rasulullah SAW mengajarkan kepadaku tasyahhud, dan ia meletakkan kedua tangannya di antara tanganku. Ia mengajarkan tasyahhud kepadaku sebagaimana ia mengajarkan surah dari al-Qur’an. Beliau mengajarkan kepadaku bacaan: "Segala penghormatan, salawat, dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan tercurah atasmu, wahai Nabi, beserta rahmat Allah dan keberkahan-Nya. Semoga keselamatan tercurah atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. (HR. al-Bukhari: 6265) 

Isi kaandungan

bahwa Rasulullah mengajarkan bacaan tasyahud dengan penuh perhatian dan kesungguhan kepada sahabat. Hal ini terlihat ketika beliau meletakkan kedua tangannya dan mengajarkan tasyahud sebagaimana mengajarkan surah Al-Qur’an. Ini menunjukkan bahwa tasyahud memiliki kedudukan penting dalam salat dan perlu dipelajari dengan benar.hadis ini mengajarkan penghormatan kepada Nabi Muhammad dan kepedulian kepada sesama Muslim. Dalam bacaan tasyahud terdapat doa keselamatan untuk Nabi, diri sendiri, dan seluruh hamba Allah yang saleh, yang menunjukkan pentingnya persaudaraan dan saling mendoakan.

*Hadis

قَالَ عَبْدُ اللَّهِ ابْنَ مَسْعُودٍ كُنَّا نُصَلِّى خَلْفَ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - فَنَقُولُ السَّلاَمُ عَلَى اللَّهِ . فَقَالَ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - « إِنَّ اللَّهَ هُوَ السَّلاَمُ وَلَكِنْ قُولُوا التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ  (رواه البخاري:٧٣٨١)


Terjemahan

hadis dari Abdullah bin Mas'ud, ia berkata: kami biasa mengucapkan 'Salam kepada Allah ketika kami shalat di belakang Nabi SAW Kemudian Nabi SAW bersabda, 'Sesungguhnya Allah adalah sumber keselamatan, tetapi ucapkanlah: 'Segala penghormatan, doa, dan kebaikan hanya untuk Allah. Salam sejahtera untukmu, wahai Nabi, serta rahmat dan berkah Allah untukmu. Salam sejahtera untuk kami dan untuk hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. (HR. al-Bukhari: 7381) 

Isi kandungan

bahwa Rasulullah mengajarkan bacaan tasyahud yang benar dan adab dalam salat. Para sahabat sebelumnya mengucapkan “Salam kepada Allah” ketika salat, namun Nabi menjelaskan bahwa Allah adalah As-Salām (sumber segala keselamatan dan kesejahteraan) sehingga tidak tepat memberi salam kepada Allah seperti kepada makhluk. Dari sini dipahami bahwa ibadah harus dilakukan sesuai tuntunan Rasulullah.

*Hadis

عَنِ عَبْدِ اللَّهِ ابْنِ مَسْعُودٍرَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: كُنَّا نَقُولُ فِي الصَّلَاةِ خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ: السَّلَامُ عَلَى اللَّهِ، السَّلَامُ عَلَىٰ فُلَانٍ، فَقَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ذَاتَ يَوْمٍ "إِنَّ اللَّهَ هُوَ السَّلَامُ، فَإِذَا قَعَدَ أَحَدُكُمْ فِي الصَّلَاةِ، فَلْيَقُلْ: التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ، وَالصَّلَوَاتُ، وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ، وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَىٰ عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، فَإِذَا قَالَهَا، أَصَابَتْ كُلَّ عَبْدٍ لِلَّهِ صَالِحٍ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، ثُمَّ لِيَتَخَيَّرْ مِنَ الْمَسْأَلَةِ مَا شَاءَ" (رواه مسلم:٥٥)

Terjemahan

hadis dari Dari Abdullah ibn Mas’ud RA, ia berkata: dahulu kami biasa mengucapkan dalam shalat di belakang Rasulullah SAW: "Salam (sejahtera) atas Allah, salam atas si Fulan." Maka Rasulullah SAW bersabda kepada kami pada suatu hari, "Sesungguhnya Allah adalah As-Salam (Maha Sejahtera), maka apabila salah seorang di antara kalian duduk dalam shalat (tasyahud), hendaklah ia mengucapkan: 'Segala penghormatan, doa, dan kebaikan adalah milik Allah. Salam sejahtera atasmu, wahai Nabi, beserta rahmat dan berkah Allah. Salam sejahtera atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih. lalu beliau bersabda: “Jika ia mengucapkan itu, maka (ucapannya) akan sampai kepada setiap hamba Allah yang shalih di langit dan di bumi. Kemudian hendaklah ia mengucapkan: 'Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.' Setelah itu, ia boleh memilih doa (permohonan) apa pun yang ia kehendaki. (HR. Muslim: 55) 

Isi kandungan

bahwa Rasulullah mengajarkan tata cara dan bacaan tasyahud yang benar dalam salat. Pada awalnya para sahabat mengucapkan salam kepada Allah dan orang-orang tertentu ketika salat, namun Nabi menjelaskan bahwa Allah adalah As-Salām (Maha Sejahtera) sehingga tidak tepat mengucapkan salam kepada Allah seperti kepada makhluk. Hal ini menunjukkan bahwa ibadah harus dilakukan sesuai petunjuk Rasulullah.hadis ini mengajarkan nilai persaudaraan dan keluasan doa dalam Islam. Ketika seseorang membaca “Salam sejahtera atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih”, doa tersebut mencakup seluruh hamba Allah yang saleh di langit dan di bumi. Ini menunjukkan bahwa seorang Muslim diajarkan untuk mendoakan bukan hanya dirinya sendiri, tetapi juga seluruh kaum beriman.

*Hadis

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ ابْنِ مَسْعُودٍقَالَ كُنَّا نَقُولُ فِى الصَّلاَةِ خَلْفَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- السَّلاَمُ عَلَى اللَّهِ السَّلاَمُ عَلَى فُلاَنٍ. فَقَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- ذَاتَ يَوْمٍ « إِنَّ اللَّهَ هُوَ السَّلاَمُ فَإِذَا قَعَدَ أَحَدُكُمْ فِى الصَّلاَةِ فَلْيَقُلِ التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ فَإِذَا قَالَهَا أَصَابَتْ كُلَّ عَبْدٍ لِلَّهِ صَالِحٍ فِى السَّمَاءِ وَالأَرْضِ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ثُمَّ يَتَخَيَّرُ مِنَ الْمَسْأَلَةِ مَا شَاءَ (رواه مسلم:٩٢٤)

Terjemahan

hadis dari Abdullah bin Mas’ud, ia berkata: dahulu kami biasa mengucapkan dalam shalat di belakang Rasulullah SAW, “Salam atas Allah, salam atas si Fulan.” Maka pada suatu hari Rasulullah SAW bersabda kepada kami, “Sesungguhnya Allah adalah As-Salam (Zat yang Maha Sejahtera). Maka apabila salah seorang di antara kalian duduk dalam shalat (yakni dalam tasyahud), hendaklah ia mengucapkan: ‘Segala penghormatan, doa, dan kebaikan adalah milik Allah. Salam sejahtera atasmu, wahai Nabi, beserta rahmat dan berkah Allah. Salam sejahtera atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih. Ia melanjutkan, “Apabila ia mengucapkannya, maka ucapan itu akan sampai kepada setiap hamba Allah yang shalih, baik yang berada di langit maupun di bumi. Kemudian hendaklah ia mengucapkan: ‘Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.’ Setelah itu, ia boleh memilih doa apa saja yang ia kehendaki. (HR. Muslim: 924)

Isi kandungan

Hadis ini menjelaskan bahwa Rasulullah mengajarkan bacaan tasyahud yang benar dan adab dalam salat. Pada awalnya para sahabat mengucapkan salam kepada Allah dan kepada orang-orang tertentu ketika sedang salat. Namun Rasulullah meluruskan bahwa Allah adalah As-Salām (Maha Sejahtera) sehingga tidak tepat mengucapkan salam kepada Allah sebagaimana salam kepada makhluk. Hal ini menunjukkan bahwa tata cara ibadah harus mengikuti tuntunan Rasulullah.sulullah menganjurkan agar setelah tasyahud seseorang memanjatkan doa sesuai kebutuhan dan kebaikan yang diinginkan. Ini menunjukkan bahwa salat bukan hanya rangkaian bacaan, tetapi juga waktu yang dianjurkan untuk berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah.

*Hadis

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ كُنَّا إِذَا جَلَسْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى الصَّلاَةِ قُلْنَا السَّلاَمُ عَلَى اللَّهِ قَبْلَ عِبَادِهِ السَّلاَمُ عَلَى فُلاَنٍ وَفُلاَنٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « لاَ تَقُولُوا السَّلاَمُ عَلَى اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ السَّلاَمُ وَلَكِنْ إِذَا جَلَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلِ التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ فَإِنَّكُمْ إِذَا قُلْتُمْ ذَلِكَ أَصَابَ كُلَّ عَبْدٍ صَالِحٍ فِى السَّمَاءِ وَالأَرْضِ - أَوْ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ - أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ثُمَّ لْيَتَخَيَّرْ أَحَدُكُمْ مِنَ الدُّعَاءِ أَعْجَبَهُ إِلَيْهِ فَيَدْعُو بِهِ (رواه ابو داود:٩٢٩)

Terjemahan

hadis dari Abdullah bin Mas’ud, ia berkata: dahulu, apabila kami duduk bersama Rasulullah SAW dalam shalat, kami biasa mengucapkan: “Salam atas Allah sebelum (ucapan salam kepada) hamba-hamba-Nya. Salam atas si Fulan dan si Fulan.” Maka Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kalian mengatakan ‘Salam atas Allah’, karena sesungguhnya Allah adalah As-Salam (Zat yang Maha Sejahtera). Tetapi apabila salah seorang di antara kalian duduk (tasyahud) dalam shalat, hendaklah ia mengucapkan: ‘Segala penghormatan, doa, dan kebaikan hanya untuk Allah. Salam sejahtera atasmu, wahai Nabi, serta rahmat dan berkah Allah. Salam sejahtera atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih. Ia melanjutkan: “Sesungguhnya apabila kalian mengucapkan demikian, maka (ucapan itu) akan sampai kepada setiap hamba Allah yang shalih di langit dan di bumi – atau di antara langit dan bumi, lalu Nabi SAW bersabda: “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Setelah itu, hendaklah salah seorang dari kalian memilih doa yang paling ia sukai, lalu berdoalah dengannya.  (HR. Abu Daud: 929) 

Isi kandungan

bahwa Rasulullah mengajarkan adab dan bacaan tasyahud yang benar dalam salat. Para sahabat sebelumnya terbiasa mengucapkan “Salam atas Allah” ketika duduk dalam salat, tetapi Nabi melarang hal tersebut karena Allah adalah As-Salām (Zat Yang Maha Sejahtera) dan tidak membutuhkan salam dari hamba-Nya. Dari sini dipahami bahwa tata cara ibadah harus mengikuti petunjuk Rasulullah.

*Hadis

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: كُنَّا إِذَا جَلَسْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ فِي الصَّلَاةِ، كُنَّا نَقُولُ: السَّلَامُ عَلَى اللَّهِ قَبْلَ عِبَادِهِ، السَّلَامُ عَلَى فُلَانٍ وَفُلَانٍ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: لَا تَقُولُوا: السَّلَامُ عَلَى اللَّهِ، فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ السَّلَامُ، وَلَكِنْ إِذَا جَلَسَ أَحَدُكُمْ فِي الصَّلَاةِ، فَلْيَقُلْ: التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ، وَالصَّلَوَاتُ، وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ، وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَىٰ عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، فَإِنَّكُمْ إِذَا قُلْتُمْ ذَٰلِكَ أَصَابَ كُلَّ عَبْدٍ صَالِحٍ فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ" وَفِي رِوَايَةٍ: "بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، ثُمَّ لِيَتَخَيَّرْ أَحَدُكُمْ مِنَ الدُّعَاءِ أَعْجَبَهُ إِلَيْهِ، فَيَدْعُوَ بِهِ".  (رواه ابو داود: ٩٦٥)

Terjemahan
hadis dari Abdullah bin Mas'ud RA, ia berkata: dahulu, ketika kami duduk bersama Rasulullah  SAW dalam shalat, kami biasa mengucapkan, “Salam atas Allah sebelum (salam kepada) hamba-hamba-Nya. Salam atas si Fulan dan si Fulan.” Maka Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kalian mengatakan: ‘Salam atas Allah,’ karena sesungguhnya Allah adalah As-Salam (Zat Yang Maha Sejahtera). Tetapi apabila salah seorang di antara kalian duduk dalam shalat, hendaklah ia mengucapkan: ‘Segala penghormatan, shalat (doa), dan kebaikan adalah milik Allah. Salam sejahtera atasmu, wahai Nabi, serta rahmat dan berkah Allah. Salam sejahtera atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih. Kemudian ia bersabda: “Sesungguhnya jika kalian mengucapkan itu, maka ucapan tersebut akan sampai kepada setiap hamba Allah yang shalih di langit dan di bumi” — atau beliau bersabda: “di antara langit dan bumi.” Selanjutnya, “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Kemudian hendaklah salah seorang dari kalian memilih doa yang paling ia sukai, lalu memohon (berdoa) dengannya. (HR. Abu Daud: 968)

Isi kandungan

Hadis ini menjelaskan bahwa Rasulullah mengajarkan bacaan dan adab tasyahud yang benar dalam salat. Para sahabat sebelumnya mengucapkan salam kepada Allah dan kepada orang-orang tertentu ketika duduk dalam salat. Namun Rasulullah melarang ucapan tersebut dan menjelaskan bahwa Allah adalah As-Salām (Zat Yang Maha Sejahtera), sehingga Allah tidak diberi salam sebagaimana makhluk, tetapi justru menjadi sumber keselamatan bagi seluruh makhluk. Ini menunjukkan bahwa ibadah harus dilakukan sesuai tuntunan Rasulullah.hadis ini mengajarkan pentingnya mendoakan Nabi, diri sendiri, dan seluruh hamba Allah yang saleh. Dalam bacaan “Salam sejahtera atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih”, seorang Muslim diajarkan untuk tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga mendoakan seluruh orang saleh. Rasulullah menjelaskan bahwa doa tersebut akan sampai kepada seluruh hamba Allah yang saleh di langit dan di bumi, yang menunjukkan luasnya makna persaudaraan dalam Islam.

*Hadis

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍقَالَ عَلَّمَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَقُولَ إِذَا جَلَسْنَا فِي الرَّكْعَتَيْنِ التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ  (رواه النسائى:١١٦١ )

Terjemahan

hadis dari Abdullah bin Mas'ud, ia berkata: Rasulullah SAW mengajarkan kepada kami untuk mengucapkan, ketika kami duduk pada dua rakaat (yakni dalam tasyahud), “Segala penghormatan, shalat, dan kebaikan adalah milik Allah. Salam sejahtera atasmu, wahai Nabi, serta rahmat dan berkah Allah. Salam sejahtera atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. (HR. al-Nasa’i: 1161) 

Isi kandungan

bahwa Rasulullah mengajarkan bacaan tasyahud sebagai bagian penting dalam salat, khususnya ketika duduk pada dua rakaat. Hal ini menunjukkan bahwa bacaan tasyahud bukan sekadar kebiasaan, tetapi merupakan tuntunan ibadah yang diajarkan langsung oleh Rasulullah kepada para sahabat.

*Hadis

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كُنَّا لَا نَدْرِي مَا نَقُولُ فِي كُلِّ رَكْعَتَيْنِ غَيْرَ أَنْ نُسَبِّحَ وَنُكَبِّرَ وَنَحْمَدَ رَبَّنَا وَإِنَّ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَّمَ فَوَاتِحَ الْخَيْرِ وَخَوَاتِمَهُ فَقَالَ إِذَا قَعَدْتُمْ فِي كُلِّ رَكْعَتَيْنِ فَقُولُوا التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَلْيَتَخَيَّرْ أَحَدُكُمْ مِنْ الدُّعَاءِ أَعْجَبَهُ إِلَيْهِ فَلْيَدْعُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ (رواه النسائى:١١٦٢)

Terjemahan
 hadis dari Abdullah bin Mas‘ud, ia berkata: dahulu kami tidak mengetahui apa yang harus kami ucapkan dalam setiap dua rakaat, selain dari membaca tasbih, takbir, dan memuji Tuhan kami. Kemudian Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada kami permulaan kebaikan dan penutupnya. ia bersabda: “Apabila kalian duduk dalam setiap dua rakaat, maka ucapkanlah: ‘Segala penghormatan, shalat, dan kebaikan adalah milik Allah. Salam sejahtera atasmu, wahai Nabi, serta rahmat dan berkah Allah. Salam sejahtera atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.’ Kemudian, hendaklah salah seorang dari kalian memilih doa yang paling ia sukai, lalu memohonlah kepada Allah Azza wa Jalla dengannya. (HR. al-Nasa’i: 1162)

Isi kandungan

Hadis ini menjelaskan bahwa Rasulullah mengajarkan bacaan tasyahud sebagai bacaan yang dibaca ketika duduk pada setiap dua rakaat dalam salat. Hal ini menunjukkan bahwa tata cara salat harus mengikuti tuntunan yang diajarkan Nabi.Hadis ini juga menegaskan ajaran tauhid, yaitu bahwa segala penghormatan, ibadah, doa, dan kebaikan hanya ditujukan kepada Allah. Selain itu, tasyahud mengandung doa untuk Nabi, diri sendiri, dan seluruh hamba Allah yang saleh sebagai bentuk kepedulian dan persaudaraan sesama Muslim.

*Hadis

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا نَعْلَمُ شَيْئًا فَقَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُولُوا فِي كُلِّ جَلْسَةٍ التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ (رواه النسائى:١١٦٥)

Terjemahan

hadis dari Abdullah bin Mas‘ud, ia berkata: kami dahulu bersama Rasulullah SAW, dan kami belum mengetahui apa-apa (tentang bacaan dalam shalat). Maka Rasulullah SAW kepada kami: “Ucapkanlah dalam setiap duduk (dalam shalat): ‘Segala penghormatan, shalat, dan kebaikan adalah milik Allah. Salam sejahtera atasmu, wahai Nabi, serta rahmat dan berkah Allah. Salam sejahtera atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. (HR. al-Nasa’i: 1165) 

Isi kandungan

Hadis ini menjelaskan bahwa para sahabat pada awalnya belum mengetahui bacaan yang harus diucapkan ketika duduk dalam shalat. Kemudian Rasulullah SAW mengajarkan bacaan tasyahud secara langsung kepada mereka. Dari sini dapat dipahami bahwa tata cara dan bacaan shalat merupakan bagian dari ibadah yang dituntunkan oleh Nabi Muhammad SAW dan harus diikuti sebagaimana yang beliau ajarkan.Bagian awal bacaan tasyahud, “Segala penghormatan, shalat, dan kebaikan adalah milik Allah”, mengandung makna bahwa semua bentuk pengagungan, ibadah, dan amal yang baik hanya ditujukan kepada Allah SWT. Seorang Muslim diajarkan untuk menanamkan rasa tunduk, mengakui kebesaran Allah, dan menyadari bahwa seluruh ibadah yang dilakukan adalah bentuk penghambaan kepada-Nya.

*Hadis

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كُنَّا لَا نَدْرِي مَا نَقُولُ إِذَا صَلَّيْنَا فَعَلَّمَنَا نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَوَامِعَ الْكَلِمِ فَقَالَ لَنَا قُولُوا التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ (رواه النسائى:١١٦٦)

Terjemahan

 hadis dari Dari Abdullah bin Mas‘ud, ia berkata: dahulu kami tidak tahu apa yang harus kami ucapkan ketika shalat. Maka Nabi Allah SAW mengajarkan kepada kami kalimat-kalimat yang ringkas namun mencakup makna yang luas. Beliau bersabda kepada kami: “Ucapkanlah: Segala penghormatan, shalat, dan kebaikan adalah milik Allah. Salam sejahtera atasmu, wahai Nabi, serta rahmat dan berkah Allah. Salam sejahtera atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. (HR. al-Nasa’i: 1166)

Isi kandungan

Hadis dari Abdullah bin Mas‘ud ini yang diriwayatkan oleh Al-Nasa'i (no. 1166) menjelaskan bagaimana Rasulullah SAW mengajarkan bacaan tasyahud kepada para sahabat ketika mereka belum mengetahui apa yang seharusnya diucapkan dalam shalat. Hadis ini memiliki kandungan yang sangat dalam karena tasyahud bukan sekadar bacaan penutup shalat, tetapi rangkuman dari seluruh nilai keislaman: tauhid, ibadah, doa, penghormatan kepada Rasul, dan persaudaraan sesama mukmin.

*Hadis

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: عَلَّمَنَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا قَعَدْنَا فِي الرَّكْعَتَيْنِ أَنْ نَقُولَ: التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ، وَالصَّلَوَاتُ، وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ، وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَىٰ عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ".  (رواه الترمذى: ٢٨٩)

Terjemahan

 hadis dari Abdullah bin Mas‘ud, ia berkata: Rasulullah SAW mengajarkan kepada kami, apabila kami duduk dalam dua rakaat (yakni duduk tasyahhud), agar kami mengucapkan: “Segala penghormatan, shalat, dan kebaikan adalah milik Allah. Salam sejahtera atasmu, wahai Nabi, serta rahmat dan berkah Allah. Salam sejahtera atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.” (HR. al-Tirmidzi: 289) 

Isi kandungan

Hadis ini menjelaskan tentang bacaan tasyahhud yang diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW kepada para sahabat ketika duduk pada rakaat kedua dalam salat. Kandungan utamanya menunjukkan bahwa tata cara ibadah dalam Islam tidak dibuat berdasarkan kebiasaan pribadi, tetapi diajarkan secara rinci oleh Nabi. Ini menegaskan pentingnya mengikuti tuntunan (ittiba’) dalam pelaksanaan salat karena salat merupakan ibadah yang memiliki aturan dan bacaan yang telah dicontohkan.Bagian selanjutnya, “Salam sejahtera atasmu, wahai Nabi, serta rahmat dan berkah Allah”, menunjukkan penghormatan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Ucapan ini bukan bentuk penyembahan kepada Nabi, tetapi doa dan penghormatan atas jasa beliau dalam menyampaikan risalah Islam. Hal ini juga mengajarkan adab seorang muslim untuk mencintai dan mendoakan Nabi sebagai teladan hidup.

*Hadis

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ أُوتِىَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- جَوَامِعَ الْخَيْرِ وَخَوَاتِمَهُ - أَوْ قَالَ فَوَاتِحَ الْخَيْرِ - فَعَلَّمَنَا خُطْبَةَ الصَّلاَةِ وَخُطْبَةَ الْحَاجَةِ خُطْبَةُ الصَّلاَةِ التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. وَخُطْبَةُ الْحَاجَةِ إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. ثُمَّ تَصِلُ خُطْبَتَكَ بِثَلاَثِ آيَاتٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ) إِلَى آخِرِ الآيَةِ (وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِى تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ) إِلَى آخِرِ الآيَةِ ( اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ) إِلَى آخِرِ الآيَةِ. (رواه ابن ماجه: ١٩٦٧ )

Terjemahan

hadis dari Abdullah bin Mas‘ud RA, ia berkata: Rasulullah SAW telah diberikan jawami‘ al-kalim (kalimat-kalimat singkat yang padat makna) dan penutup-penutup kebaikan — atau ia berkata: pembuka-pembuka kebaikan — maka ia mengajarkan kepada kami khutbah shalat dan khutbah al-hajah (khutbah kebutuhan). Adapun khutbah shalat adalah "Segala penghormatan, shalat, dan kebaikan adalah milik Allah. Salam sejahtera atasmu, wahai Nabi, serta rahmat dan berkah Allah. Salam sejahtera atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya." Sedangkan khutbah al-hajah (khutbah kebutuhan) adalah "Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya, dan memohon ampunan dari-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri-diri kami dan dari keburukan amal perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang bisa menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh Allah, maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya." Kemudian engkau menyambung khutbahmu dengan tiga ayat dari Kitabullah (Al-Qur’an): "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya..." (Ali ‘Imran: 102) "Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kalian saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan..." (An-Nisa’: 1) "Bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar. Niscaya Allah memperbaiki amalan kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian..." (Al-Ahzab: 70–71).  (HR. Ibnu Majah: 1967) 

Isi kandungan

Hadis ini menjelaskan bahwa Rasulullah SAW diberi jawāmi‘ al-kalim, yaitu kemampuan menyampaikan ajaran yang singkat tetapi penuh makna. Beliau mengajarkan kepada para sahabat bacaan khutbah shalat (tahiyat) dan khutbah al-hajah sebagai pedoman dalam ibadah dan berbagai urusan.Hadis ini juga menegaskan pentingnya tauhid, yaitu mengakui bahwa segala pujian, pertolongan, ampunan, dan petunjuk hanya berasal dari Allah. Di dalamnya terdapat penguatan syahadat sebagai dasar keimanan seorang Muslim.Selain itu, hadis ini mengajarkan adab memulai urusan dengan memuji Allah, memohon pertolongan dan ampunan-Nya, serta menanamkan ketakwaan, kejujuran, dan menjaga hubungan antarsesama sebagaimana ditegaskan dalam ayat-ayat Al-Qur’an yang menyertai khutbah al-hajah.

Komentar 0